Tepis Isu Santet dengan Pengobatan Massal

PASURUAN - Isu santet kerap menghantui masyarakat Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Tuduhan yang hanya berdasar asumsi dan kabar burung tersebut sering kali berujung pada tindakan main hakim sendiri.
 
Mengantisipasi maraknya isu santet tersebut, secara berkala Polres Pasuruan menggelar bakti sosial pengobatan gratis kepada masyarakat khusunya didaerah rawan konflik. Pengobatan gratis ini juga dimaksudkan untuk mendeteksi dini penyakit yang diderita masyarakat tanpa mengaitkan dengan tindakan ilmu hitam alias santet.
 
"Masyarakat awam kerap mengaitkan penyakit yang diderita seseorang akibat pengaruh ilmu santet. Hal ini terjadi karena ketidak mengertian masyarakat terhadap penyakit dan penanganannya," kata Kasubag Humas Polres Pasuruan AKP Bambang HS.
 
Menurut AKP Bambang, dengan pengobatan massal yang dilakukan secara bergiliran didaerah rawan konflik, dapat dilakukan antisipasi makin merebaknya isu santet. Masyarakat dapat memeriksakan kesehatannya kepada tim dokter Polres Pasuruan dan dokter Puskesmas setempat.
 
Seperti yang dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes) Metal Muslim, Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. Sedikitnya 500 pasien yang berasal dari santri, balita yatim piatu dan masyarakat sekitar ponpes, mendapatkan layanan pengobatan massal secara gratis.
 
Kapolres Pasuruan AKBP Achmad Ibrahim menyatakan, pengobatan massal ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan secara bergiliran. Bakti sosial ini selain memberikan bantuan gratis pengobatan kepada masyarakat kurang mampu, juga untuk meminimalisir berkembangnya isu santet.
 
"Pengobatan massal ini sebagai wujud bakti sosial kepolisian kepada masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini dilakukan secara berkala didesa-desa yang rawan konflik akibat isu santet," kata Kapolres Achmad Ibrahim.
 
(teb)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Audi A8 "Autopilot" Lahir 2017