WAINGAPU - Perjuangan anak-anak Dusun Lai Hiding, Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk sampai ke sekolah, tidak lepas dari pengorbanan pria paruh baya ini.
Anak-anak harus menyusuri jalan setapak, mendaki tebing terjal, serta menyebarangi sungai berarus deras, untuk menuntut ilmu.
Perjuangan anak-anak di Lai Hiding tak lepas dari sosok seorang pria sederhana yang memiliki kepedulian sosial tinggi.
Namanya Agustinus. Dulunya dia adalah kondektur dan sopir truk. Namun kini dia meninggalkan pekerjaannya dan menghabiskan waktu di kebun sekitar rumahnya di bantaran sungai. Agus menjadi harapan anak-anak Lai Hiding yang hendak pergi ke sekolah.
Sampan kecil dan tenaga Agus untuk menyeberangkan anak-anak. Dengan kepiawaiannya mengayuh sampan di arus sungai yang deras, anak-anak terbantu sampai ke sekolah.
Dalam sehari, Agus bisa puluhan kali mengayuh sampan bolak-balik. Tidak hanya mengantar anak-anak ke seberang, namun juga warga lainnya. Semua dilakukan Agus tanpa pamrih.
Tak jarang perahunya hampir terbalik karena terbentur kayu besar yang terbawa arus deras.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.