R Soeprapto, Sang Penggagas Bandara Soekarno-Hatta

|

R Soeprapto (Foto: Istimewa)

R Soeprapto, Sang Penggagas Bandara Soekarno-Hatta

Raden Soeprapto adalah gubernur DKI Jakarta kedelapan menggantikan gubernur sebelumnya Tjokropanolo. Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 12 Agustus 1924 ini menjabat mulai tahun 1982 sampai 1987.

Seperti gubernur-gubernur DKI sebelumnya, karier Soeprapto dimulai dari militer. Sebelum menjabat sebagai gubernur pada 1982, dia adalah Sekretaris Jenderal Depdagri. Dengan pengalaman kepemimpinannya, Soeprapto mencoba menangani masalah Jakarta yang sudah sangat kompleks kala itu.

Dia memulai kepemimpinannya dengan mengajukan konsep pragmatis dan bersih tentang pembangunan Jakarta sebagai ibu kota yang mulai beranjak menjadi kota besar.

Saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, penduduk Ibu kota mendekati 7 juta jiwa dan pembangunan kota semakin pesat. Kebijaksanaan dasar yang secara filosofis diterapkan yaitu keterbukaan, refungsionalisasi aparatur, ketegasan dan menumbuhkan disiplin aparatur dan masyarakat.

Konsep yang ditekankan adalah stabilitas, keamanan, dan ketertiban. Selain itu Soeprapto juga membuat Master Plan DKI Jakarta untuk periode 1985 - 2005, yang sekarang dikenal dengan Rencana Umum Tata Ruang dan Rencana Bagian Wilayah Kota.

Pemikiran Soeprapto yang cukup monumental dan masih dirasakan hingga saat ini adalah pembangunan bandar udara internasional Soekarno Hatta, di Kawasan Cengkareng, Jakarta Barat (kini masuk kawasan Tangerang). Bandara ini sekaligus mengalihfungsikan bandara sebelumnya di Kemayoran dan Cililitan (Halim Perdana Kusuma).

Riwayat Pendidikan Soeprapto

Soeprapto kecil menempuh pendidikan di SD pada 1937), kemudian melanjutkan pendidikan SLP pada 1940 dan SLA pada 1943. Soeprapto melanjutkan pendidikan Peta pada 1943, Kupaltu pada 1954, Kupalda pada 1959, Seskoad pada 1964, dan United States Command and General Staff College (USCGEC) pada 1967.

Sementara jabatan yang pernah diemban Soeprapto di ranah militer antara lain, Komandan Pasukan Infanteri, Wakil Komandan Batalyon, Asisten Personel Kodam VII Diponegoro, Asisten Operasi Kodam VII/Diponegoro, Kastaf Kodam XVII Cenderawasih, Pangdam XVII Udayana.

Setelah itu dia dipercaya sebagai Asisten Perencanaan Umum (Arsenum) Departemen Hankam, Sekjen Depdagri, Sekjen PPI (Panitia Pemilihan Umum Indonesia), sekjen LPU (Lembaga Pemilihan Umum) dan Ketua Pengurus Pusat Korpri.

Soeprapto wafat di Jakarta pada 26 September 2009 pada usia 85 tahun.

Diolah dari berbagai sumber

(ded)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • profile gubernur

      Gubernur Blakblakan, Fauzi Bowo

      NYABLAK dengan logat Betawinya yang kental. Nada bicaranya juga blakblakan tanpa tedeng aling-aling. Itulah gaya khas Gubernur DKI Jakarta ke-15 Fauzi Bowo. Meski ‘cas cis cus’ keminggris di forum-forum resmi, dalam kesehariannya Bang Foke, sapaan pria berkumis ini, lebih senang bercakap dengan dialek Betawi.

    Baca Juga

    Pecandu Narkoba Tak Perlu Takut Melapor