Sarkozy Biayai Kampanye dengan Dana Ilegal?

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy (Foto: The Guardian)

Sarkozy Biayai Kampanye dengan Dana Ilegal?
PARIS - Menjelang pemilu presiden Prancis putaran pertama, Nicolas Sarkozy yang maju sebagai calon incumbent terpaksa harus menghadapi kabar negatif. Ia diduga mendapatkan dana kampanye dengan cara ilegal.

Beberapa bulan menjelang Pemilu Presiden 2007 lalu, Sarkozy dikabarkan melakukan pertemuan rahasia dengan seorang miliuner pemilik perusahaan kosmetik L’Oreal, Andre Bettencourt. Pertemuan itu pun disinyalir berkaitan erat dengan masalah dana kampanye bagi kemenangan Sarkozy.

"Sebuah catatan harian yang dibuat oleh janda Andre Bettencourt, Liliane Bettencourt, menyebutkan bahwa Sarkozy mengunjungi rumah pasangan itu di Neuilly-sur-Seine, sebuah kawasan elite yang terletak di pinggiran Kota Paris pada 24 Februari 2007," sebut Daily Mail dalam laporannya Selasa, (3/4/2012).

Selain itu bukti lain berupa kesaksian seorang mantan supir Bettencourt juga menyebutkan, Sarkozy merencanakan pertemuan dengan mantan majikannya itu untuk meminta sejumlah uang. Tidak hanya itu bahkan salah seorang sahabat keluarga Bettencourt, Francois-Marie Banier, mengutip pengakuan Andre Bettencourt yang membenarkan kabar ini.

"Sarkozy datang dan meminta uang lagi. Kemudian Saya mengiyakan permintaannya," tulis Francois-Marie Banier dalam catatan hariannya.

Pernyataan Banier ini dinilai mengarah pada barang bukti berupa dokumen yang menunjukkan Sarkozy menerima sekira GBP670 atau sekira Rp9,7 miliar (Rp14.621 per GBP) dari Bettencourt. Setengah dari uang itu dikabarkan diserahkan kepada Sarkozy dalam bentuk tunai setelah ditarik dari sebuah rekening bank rahasia di Swiss.

Munculnya kabar ini segera menimbulkan spekulasi bahwa Sarkozy menikmati dana kampanye yang berasal dari Bettencourt dengan imbalan pemotongan pajak terhadap perusahaan kosmetik raksasa dunia itu.

Pihak Istana Elysee yang merupakan kediaman resmi kepresidenan langsung membantah kabar ini dengan mengatakan, kabar yang berhembus itu tidak benar dan tidak pernah terjadi.

Menanggapi skandal yang dituding melibatkan rival politiknya itu, calon kandidat presiden Prancis Eva Joly yang juga mantan hakim anti-teroris mengatakan, akibat skandal ini Partai Uni Pergerakan Populer (UMP) pimpinan Sarkozy berada dalam kondisi terpuruk.

"Presiden harus melepaskan kekebalannya dan menjelaskan keterkaitannya dengan Khadafi dan Bettencourt," ujar Eva Joly.

Sebelumnya Sarkozy juga sempat dikabarkan menerima dana kampanye sebesar GBP42 juta atau sekira Rp614 miliar yang berasal dari mantan penguasa Libya Muammar Khaddafi. Namun pihak Sarkozy tidak menjelaskan lebih lanjut terkait kabar itu.

Munculnya skandal ini diperkirakan akan berdampak buruk bagi perolehan suara yang akan diraih Sarkozy dalam pemilu April mendatang. Jajak pendapat saja saat ini menunjukkan pamor Sarkozy kalah jika dibandingkan dengan calon presiden dari kelompok Sosialis Francois Hollande. (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Video Siswi SMP Bercumbu di Hutan Beredar Luas