Produsen Mobil Lokal Sepakat Rancang Mobil Rp80 Jutaan

|

F: Esemka Rajawali (Azwar F/Okezone)

Produsen Mobil Lokal Sepakat Rancang Mobil Rp80 Jutaan

JAKARTA - Para produsen mobil lokal sepakat menyamakan persepsi soal platform mobil yang nantinya akan diproduksi di dalam negeri. Kedepannya, produsen mobil lokal bisa dilepas ke pasaran dengan harga di bawah Rp100 juta.
 

Ketua Gabungan Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) Dasep Ahmadi mengatakan, dua opsi kendaraan yang nantinya akan diproduksi adalah city car dan mobil pedesaan.

 

Hal tersebut, lanjutnya, dibahas ketika pihaknya bersama sejumlah prinsipal mobil lokal seperti PT Super Gasindo Jaya (Tawon) dan PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) bertemu dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat.

 

“Kami akan menyamakan seperti apa platform kendaraan yang akan diproduksi. Nantinya, mobil yang akan diproduksi bisa berupa city car atau mobil pedesaan. Pasar kedua jenis mobil itu saat ini masih berpotensi. Jadi kita nanti akan isi kekosongan pasar jenis itu. Pasar jenis lain orang lain sudah menguasai,” kata Dasep di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta, Selasa (3/4/2012).

 

Dasep menjelaskan, harga mobil lokal tersebut nantinya akan di bawah harga mobil murah yang sekitar Rp80-90 juta.

 

“City car murah, menurut saya lebih murah dibanding low cost and green car (LCGC). Kalau LCGC kan sekitar Rp80-90 juta per unit. Lebih rendah Rp10-15 juta dibandingkan itu. 700 CC kan bisa dipakai untuk city car.1300 CC sudah dikuasai orang lain. Kita berat masuk kesitu,” jelasnya.

 

Dasep menuturkan, pihaknya dan para prinsipal mobil lokal akan membentuk sebuah tim kerja guna membahas rencana tersebut. “Sekarang timnya belum terbentuk. Nanti akan dibentuk lalu mengadakan sejumlah pertemuan sambil menunggu petunjuk dari Kemenperin,” ucapnya.

 

“Sampai akhir tahun ini kita terus dorong biar bisa ada hasil. Pemain bisnis maunya cepat. Nanti, kita tidak harus terpaku mau memberi merek apa pada mobil yang akan diproduksi. Yang penting sesuai dengan kelas kami. Sehingga fungsinya bisa dipenuhi,” jelasnya.

 

Dasep menambahkan, pertemuan tersebut tidak sampai membahas masalah bagaimana memasarkan mobil. “Hanya sampai mendorong supaya berkembanhg . Tadi belum berbicara detil mengenai pemasaran,” terangnya.

 

Ditemui di tempat yang sama, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi mengatakan hal senada.

 

“Working team untuk segera diintensifkan supaya ketahuan plattform dan segmen mana yang akan diintensifkan. Platform biasanya terdiri dari undercarriage (sistem suspensi dan dimensi) dan power train. Satu platform bisa menghasilkan beberapa produk,” kata Budi.

(zwr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Marwan Ja'far Keluarkan Lima Peraturan Perdesaan