Pasukan AS ke Australia untuk Latihan

|

Prajurit AS (Foto: AFP)

Pasukan AS ke Australia untuk Latihan

DARWIN - Sekira 200 pasukan Amerika Serikat (AS) akan memulai tugasnya selama enam bulan di Australia, dimulai hari ini. Pihak militer AS mengatakan, pasukan marinir itu akan menjalani latihan bersama pasukan Australia.

Mendaratnya pasukan Marinir AS ini memang menjadi perdebatan di wilayah Asia-Pasifik. Pengerahan pasukan ini memicu kekhawatiran di China, di mana AS dinilai berupaya mengembangkan strategi militernya untuk menghalau kekuatan China yang terus berkembangan di Asia.

"Kelompok pertama dari pasukan Marinir dari resimen ketiga yang berbasis di Hawaii, akan melakukan latihan perangan dengan pasukan Australia. Mereka juga akan melatihan dengan negara-negara lain di wilayah ini (Asia-Pasifik)," ucap seorang juru bicara Korps Marinir AS seperti dikutip Reuters, Rabu (4/4/2012).

Australia merupakan sekutu AS selama 60 tahun dan lewat wadah kerja sama militer strategis ANZUS, melihat China sebagai rekan perdagangannya. Tentunya Australia harus berhati-hati dalam mengambil kerja sama militer dengan AS.

Sebelumnya setelah AS mengumumkan akan menambahkan kehadiran pasukan marinirnya di Darwin hingga 2.500 personel, China memperingatkan langkah dapat melukai kepercayaan yang sudah dibangun selama ini dengan Australia.

Namun, analis dari hubungan internasional Australian Strategic Policy Institute Rod Lyon mengatakan, China, India dan termasuk Indonesia sudah diberikan pengertian tentang masuk pengerahan pasukan ini. 

Sementara Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith menilai kebijakan AS ini menunjukan bahwa dunia sudah berpindah perhatiannya ke wilayah Asia Pasifik dan Samudera Hindia. Baginya tidak ada salahnya bila Australia merespons hal tersebut.

"Dunia perlu menerima kenyataan atas kebangkitan China, kebangkitan Inda dan perpindahan pengaruh politik, ekonomi yang strategis ke bagian wilayah ini (Asia Pasifik)," jelas Stephen Smith.

Kota Darwin juga dekat dengan Indonesia yakni dengan jarak sekira 820 kilometer. Menurut pihak Australia dan AS, dekatnya jarak ini memungkinkan marinir untuk merespons secara cepat bila Asia Tenggara dilanda bencana serta membutuhkan bantuan kemanusiaan.

(faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    TOP 1 Luncurkan Kartu "Sakti"