Kenapa PKS Tak Diundang ke Rumah SBY?

Kamis, 05 April 2012 11:49 wib | K. Yudha Wirakusuma - Okezone

Ilustrasi (Foto: Runi S/okezone) Ilustrasi (Foto: Runi S/okezone) JAKARTA - Dalam pertemuan koalisi pendukung pemerintah di kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), beberapa waktu lalu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak diundang. Juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha membantah bahwa SBY yang memang tak menginginkan PKS hadir dalam rapat tersebut.

"Saya tegaskan sekali lagi, ketika PKS tidak ikut dalam rapat dua malam lalu di Cikeas, karena kesepakatan bersama parpol pendukung pemerintah. Tapi sebagaimana diketahui memang pertemuan malam itu minus PKS," kata Julian di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2012).

Soal reshuffle menteri dari PKS, kata Julian, semua tergantung SBY. "Sehingga jika presiden memandang tidak atau belum ada reshuffle kabinet, ya tidak ada pernyataan resmi tentunya," terangnya.

Soal kapan waktunya, Julian mengaku belum bisa memastikan, sebab hal tersebut hak prerogratif presiden."Hanya presiden yang mengetahui," tegasnya.

Seperti yang diketahui, anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat yang juga Sekretaris Setgab Syarifudin Hasan memberikan sinyal SBY akan menendang PKS dari keanggotaan Setgab.

"Jadi kontrak koalisi jelas katakan bahwa pertama kebijakan pemerintah yang strategis itu wajib didukung dan dilaksanakan oleh anggota koalisi Setgab," tutur Syarif saat dihubungi wartawan usai pertemuan Setgab di rumah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Selasa 3 April lalu.

Selain itu, lanjut Syarif, jika anggota koalisi berseberangan dengan sikap pemerintah, maka harus mengundurkan diri atau dengan sendirinya keberadannya di koalisi akan berakhir.

“Dalam kontrak intinya demikian. Jumlah anggota ini ada lima sekarang," tuturnya.
(lam)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »