JAKARTA - Polisi mengalami kesulitan mengungkap aksi penembakan di pesawat Trigana di Bandara Mulia Puncak Jaya, Papua, Minggu kemarin, (8/4/2012).
"Alat bukti masih minim dari saksi yang kita periksa, dengan jumlah awak 5 orang dan penumpang 6 orang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, Senin (9/4/2012).
Bahkan, lanjut Saud, orang-orang dalam pesawat sama sekali tidak mengetahui adanya penembakan, begitupun dengan saksi dilapangan, juga tidak mengetahui ada penembakan. Meski, dari badan pesawat ditemukan ada 3 lubang bekas peluru.
Kesulitan lainnya, adalah letak geografis di Papua seperti wilayah pegunungan, dan juga hutan. Sehingga memudahkan tersangka cepat melarikan diri.
Seperti diketahui, pada hari Minggu (8/4/2012) kemarin pesawat Trigana Air yang Take Off dari Nabire pukul 07.15 WIT dan mendarat di Mulia Puncak Jaya 08.21 WIT.
Aksi penembakan mengakibatkan 4 korban luka-luka yang pada umumnya terkena serpihan kaca dan peluru mengenai tubuh bagian lengan. Serta seorang korban meninggal dunia tertembak bagian leher, bernama Leiron berusia 35 tahun, yang dikenal berprofesi sebagai jurnalis.
(Amril Amarullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.