Ratusan Pekerja Pabrik Nike Pingsan di Kamboja

|

Pekerja Nike di Kamboja yang dirawat (Foto: The Phnom Penh Post)

Ratusan Pekerja Pabrik Nike Pingsan di Kamboja

PHNOM PENH - Ratusan pekerja di pabrik produsen peralatan olahraga ternama Amerika Serikat (AS), Nike, dilaporkan pingsan. Pihak Nike pun menyelidiki insiden yang terjadi ini.

The Phnom Penh Post pada Selasa 10 April kemarin melaporkan, lebih dari 300 pekerja di pabrik Sabrina di Provinsi Kampong Speu pingsan dalam dua insiden berbeda pekan lalu. 

Sementara media kamboja lain The Cambodia Daily melaporkan 100 pekerja perempuan pingsan pada Rabu 4 April lalu yang dipicu lem yang digunakan oleh pabraik tersebut, di saat merepasi lantai pabrik. Namun, 300 pekerja lainya dilaporkan pingsan pada Jumat 6 April setelah reparasi itu selesai.

Akibat kedua insiden ini, pihak pabrik pun mengirim pulang 100 pekerja mereka pada kemarin hari, sesaat mereka tiba di pabrik. Alasan pemulangan itu dilakukan karena mereka tampak lelah dan pihak perusahaan ingin menghindari terjadi insiden serupa sebelumnya.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa pihak pabrik mengaku para pekerja mereka pingsan karena semalam sebelumnya para pekerja berdansa semalaman. Tetapi seorang anggota serikat pekerja, yang mengawasi kejadian ini mengatakan, mereka pingsan karena jam kerja yang panjang.

"Pabrik Sabrina adalah salah satu yang terbaik di Kamboja. Pemilik pabrik itu sengaja mendesak pekerja untuk bekerja lebih keras dan menyebabkan kesehatan mereka menurun," ujar petugas dari Serikat Pekerja Kamboja Ouk Lina seperti dikutip Bizjournals.com, Rabu (11/4/2012).

Nike sendiri menyatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan atas kasus ini. Dalam pernyataannya, Nike menyadari adanya potensi pelanggaran prosedur kesehatan dan keselamatan dari yang sudah ditetapkan oleh perusahan AS itu.

"Kami mengganggap penting masalah ini dan sudah mengirim tim audit pabrik Nike, untuk melakukan penyelidikan dan meminta keterangan para pekerja," pernyataan Nike.

Nike mengatakan audit itu akan segera selesai. Saat ini pihaknya akan mempertimbangkan langkah selanjutnya yang akan diambil guna mengatasi masalah ini. 

(faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kedutaan Inggris di Kabul Dibom, Empat Tewas