MEDAN - Puluhan jurnalis di Medan menggelar unjukrasa di Bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto. Mereka mengecam tindakan represif aparat TNI terhadap empat jurnalis saat meliput pembubaran paksa belasan masyarakat yang menggelar aksi ketika Wakil Presiden Boediono berada di Medan, kemarin.
Bobi Septian, koordinator aksi mengatakan, aksi ini sekaligus memprotes arogansi aparat TNI yang tidak memahami profesi jurnalis sebagai pencari berita. "Kita di sana liputan, kita mengerjakan tugas kita secara profesional," tegas reporter Sindo Radio itu kepada okezone, Sabtu (14/4/2012).
Dalam aksinya, massa menuntut Pangdam I/BB, Mayjen TNI Lodewijk Paulus, mengusut tuntas tindakan represif yang dilakukan anggotanya. Mereka juga meminta Pangdam I/BB meminta maaf melalui media dengan batas waktu hingga Senin, 16 April mendatang.
"Pangdam harus menindak anggotanya yang semena-mena pada rekan-rekan kita di sini," tandas Bobi.
Sebelumnya, empat jurnalis, Tuti Alawiyah (SCTV), Bahana Situmorang (TVOne), Ayat Sudrajat Hasibuan (Trans TV) dan Yudhistira (Beritasatu), diperlakukan secara kasar oleh aparat TNI saat meliput pembubaran paksa massa aksi di persimpangan Kantor Pos, Jalan Balai Kota Medan.
Petugas bahkan sempat menyikut bibir Tuti Alawiyah hingga memar. Bahkan, Tuti juga didorong hingga terjerembab. Perlakukan serupa dialami Yudhistira yang mengalami luka memar di bagian wajahnya akibat dipukul aparat saat merekam tindakan aparat yang membubarkan paksa massa aksi.
Ironisnya, tindakan represif TNI terhadap massa aksi dan jurnalis, terjadi ketika Wakil Presiden Boediono berada di Medan, untuk kunjungan kerja.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.