JAKARTA – Pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandes menilai langkah Partai Demokrat (PD) untuk merangkul Partai Gerindra dan Hanura dalam koalisi parlemen menunjukkan kegagalannya dalam mengamankan program kebijakan di parlemen.
“Itu menunjukkan PD memang belum begitu berhasil mengamankan kebijakan di DPR,” ungkap Arya saat berbincang dengan okezone, Minggu (15/4/2012).
Disamping itu kata dia, Demokrat juga tidak berhasil menjaga rekanan koalisinya berjalan seirama. Di situlah terbukti bahwa Demokrat lemah meskipun menang sebagai partai penguasa saat ini.
“PD belum berhasil melanjutkan Setgab. Karena tidak bisa mengendalikan ditingkat parlemen dan pemerintahan dan itu menunjukkan kelemahan politik PD selama ini,” jelasnya.
Dia menilai apa yang dilakukan Partai Demokrat untuk merangkul Gerindra adalah bentuk ketidak percayaan Demokrat paska PKS membangkang. Maka hal yang aneh jika nantinya Gerindra menerima tawaran koalisi di parlemen itu namun tidak mendapatkan keuntungan politik apapun bagi partai yang didirikan Prabowo Subianto itu.
“Sebenarnya ini menunjukkan ketidak pedean Demokrat, akan aneh saja apabila Gerindra terima koalisi di parlemen tapi Gerindra tidak dapat insentif di pemerintahan. Maka apa yang dipilih Gerindra untuk tetap sebagai partai oposisi itu pilihan yang bagus,” tandasnya.
(Misbahol Munir)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.