PKB Yakin Tak Akan "Tawaf Wada" di 2014

|

Dokumentasi Seputar Indonesia

PKB Yakin Tak Akan

KENDAL - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus mendekatkan diri ke para kiai dan tokoh masyarakat guna mendongkrak perolehan suara pada Pemilu 2014 mendatang.

 

Dengan strategi ini diyakini parliamentary threshold sebesar 3,5 persen akan mudah dicapai. Apalagi partai berlambang bintang sembilan itu sudah melewati masa-masa krisis.

 

"PT 3,5 persen kita pasti mampu. Pemilu 2009 dengan suasana keras dan problem internal saja kita bisa 5 persen. Insya Allah tak masalah, dengan soliditas para kiai makin terbantu hingga ke pedesaan," ujar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam Halaqah Kiai dan Ulama di Ponpes Alfadhlu wal Fadhilah, Kaliwungu, Kendal, Minggu (15/4/2012).

 

Soliditas yang dimaksud Muhaimin yaitu suasana batin elemen nahdliyin dari berbagai latarbelakang yang menegaskan akan membesarkan PKB. Termasuk dari nahdliyin yang selama ini bernaung di partai lain.

 

"Salah satunya seperti kembalinya kiai-kiai yang mendukung PKNU untuk masuk lagi PKB," terang Cak Imin.

 

Setelah merangkul kembali para kiai yang sempat hijrah, PKB juga meneguhkan komitmen bersinergi dengan PBNU. Sehingga program partai bisa mengena hingga tingkatan ranting NU.

 

"Halaqah ini menyatukan semua kiai yang salah paham dan berbeda untuk balik dari PPP dan PKNU. Karena dengan kekuatan mereka serta kondisi pemilu yang pahit, PKB akan aman dan bisa mampu meraih PT 10 persen," harap Muhaimin.

 

Keinginan Muhaimin ternyata tak bertepuk sebelah tangan. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj mengisyaratkan siap membantu PKB.

 

"Jamaah ahlussunah wal jamaah itu bersifat non politik, tapi tak bisa hidup tanpa kekuatan politik,"terang Kiai Said. PBNU dan PKB menurutnya selaras dalam pelaksanaan ukhuwah. Sehingga kekuatan politik mampu menjawab tantangan kaum nahdliyin di tengah perubahan zaman dan pudarnya identitas bangsa.

 

Ketua Dewan Syuro PKB KH M Abdul Aziz Mansyur terang-terangan menyatakan jika PKB menjadi tangan politik kaum nahdliyin. "NU tak jadi parpol, tapi membikin lapangannya saja," katanya.

 

Sementara itu Rois Syuriah NU Masdar Farid Masudi melihat basis organisasi kemasyarakatan menjadi jiwa politik. Partai politik bakal kokoh jika ormasnya kuat. "Berorganisasi itu mutlak diperlukan," terangnya.

 

Dalam kesempatan ini Pengasuh Pesantren Tegalrejo, Magelang, KH Yusuf Chudori menegaskan nyawa PKB adalah para ulama. "PKB lahir dari pesantren. Kita bersama-sama tawaf untuk PKB pada 2014. Jangan sampai 2014 menjadi tawaf wada (putaran terakhir) PKB," tandasnya.

 

(teb)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ketahuan Mencuri, Motor Yahya Dibakar Warga