MEDAN - Insiden pemukulan petugas Bandara Polonia Medan yang menjerat Ketua DPRD Medan Amiruddin kian berbuntut panjang.
Ketua DPRD dari fraksi Demokrat ini menyatakan tidak terima dinyatakan melakukan kekerasan berupa pemukulan. Bahkan dia mengaku menjadi korban pelecehan seksual saat petugas memeriksa dirinya. Petugas bernama Fakhrurrozi itu memagang alat vital Amiruddin.
Hal tersebut dikatakan oleh Amirudin saat ditemui di kediamannya Jalan Piano, Medan Minggu (15/4/2012) sore.
Amiruddin menyatakan bahwa saat itu dirinya sempat menolak pemeriksaan petugas.
Padahal menurutnya jika itu Standar Operasional Prosedur (SOP) petugas bandara harusnya membawa dirinya ke ruangan tertutup lalu diminta mengeluarkan benda yang berada di sakunya. Sayangnya dia malah diperiksa secara manual hingga menjangkau alat kelamin yang membuat dirinya spontan menolak petugas itu.
Amiruddin mengaku antara dirinya dan Fahrurrozi telah saling memaafkan masalah pemukulan yang dinyatakan oleh Serikat Pekerja Angkasa Pura. Menurutnya persoalan tersebut telah diselesaikan.
Namun jika dirinya terus menerus dituding telah melakukan tindakan arogansi, dia dan kuasa hukumnya akan melayangkan upaya hukum maupun somasi terhadap Serikat Pekerja Angkasa Pura.
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.