MEDAN - Perseturuan antara Ketua DPRD Medan, Amiruddin, dengan seorang petugas keamanan Bandara Polonia, Medan, Fahrur Rozy, berujung damai.
Fahrur Rozy dianiaya Amiruddin usai pemeriksaan detektor di bandara. Amiruddin menolak diperiksa oleh Fahrur.
Fahrur sempat menerima perlakuan arogan saat memeriksa Amiruddin di pintu security check terminal keberangkatan domestik Bandara Polonia Medan pada 8 April lalu. Saat itu, Amiruddin baru mengantarkan anggota DPR Soetan Batoegana.
Amiruddin mendorong tubuh Fahrur saat pemeriksaan manual. Politikus Partai Demokrat itu diperiksa secara manual setelah gawang detektor logam bandara menyala saat dilewati Amiruddin.
Dalam pemeriksaan, Amiruddin merasa dilecehkan. Sebab, Fahrur menyentuh alat vitalnya. Amiruddin menganggap kasus ini telah selesai dan memaafkan Fahrur.
Sementara itu, Fahrur mengaku sudah memeriksa sesuai standard prosedur (SOP). Atas ketidaksengajaannya itu, dia juga meminta maaf kepada Amiruddin.
Disaksikan Manager Angkasa Pura II Bandara Polonia, Kolonel (Pnb) Bram Bahroto, kedua pihak meminta agar permasalahan ini tidak lagi diperpanjang.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.