Soemarno Sosroatmodjo, Gubernur yang Merangkap Mendagri

|

Mantan Gubernur DKI Jakarta Soemarno Sosroatmodjo (Foto: Istimewa)

Soemarno Sosroatmodjo, Gubernur yang Merangkap Mendagri
Soemarno Sosroatmodjo adalah Gubernur DKI Jakarta keenam. Pensiunan Jenderal Bintang Satu yang juga seorang dokter ini dilantik oleh Presiden Soekarno pada 4 Februari 1960, menggantikan Sudiro pendahulunya.

Soemarno menjabat Gubernur DKI selama dua periode. Usai mengakhiri masa baktinya pada 26 Agustus 1964, posisinya sempat digantikan oleh Henk Ngantung dan Sumarno diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atas perintah Presiden Soekarno.

Namun karena kesehatan Henk Ngantung dianggap tidak memungkinkan untuk melanjutkan jabatannya, Sumarno kembali ditugaskan sebagai Gubernur merangkap sebagai Mendagri pada 15 Juli 1965 hingga 23 Maret 1966.

Pada periode pertama kepemimpinannya, Soemarno sudah diuji dengan masalah besar. Tepat lima hari setelah dilantik, pada 9 Februari 1960, Jakarta diguyur hujan lebat selama 12 jam. Akibatnya, kawasan Grogol, Jakarta Barat, yang baru dibangun sebagai kota satelit, dilanda banjir besar.

Air bah menggenangi rumah-rumah penduduk, termasuk kompleks parlemen tergenang banjir setinggi lutut dan pinggang. Lebih parah lagi, keadaan kampung sekelilingnya, banjir setinggi atap rumah. Berbagai tempat di Ibu Kota pun luluh lantah dilanda banjir.

Selain banjir, Jakarta pada masa kepemimpinanannya juga diserbu pendemo pembebasan Irian Barat dan unjuk rasa Ganyang Malaysia. Namun berkat kepiawaiannya, Jakarta tetap terkendali.

Proyek Mercusuar Jakarta di Masa Soemarno

Dari aspek pembangunan, alumnus Pendidikan Dokter NIAS di Surabaya pada 1938 ini, meninggalkan beragam proyek menumental. Sebut saja Monumen Nasional (Monas), Patung Selamat Datang (Bundaran Hotel Indonesia), dan Patung Pahlawan di Kawasan Menteng, dibangun di era Soemarno.

Dia juga menciptakan konsep rumah minimum juga dibangun di berbagai tempat di Jakarta. Rumah ini dibangun dengan luas 90 meter persegi, di atas tanah 100 meter persegi, terdiri dari dua lantai, dan lokasinya dekat dengan tempat kerja.

Proyek pertama rumah minimum dibangun di Jalan Raden Saleh, selanjutnya di kawasan Karang Anyar, Tanjung Priok, dan Bandengan Selatan.

Soemarno tutup usia di kediamannya, Jalan Pasir Putih IV/5, Ancol, Jakarta Utara pada tanggal 9 Januari 1991 pada usia 79 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri, tujuh anak, 22 cucu, dan 3 cicit. Dia dimakamkan di TPU Karet, Jakarta Pusat. Namanya kemudian diabadikan menjadi nama Rumah Sakit di kawasan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Hal ini karena Soemarno sempat memimpin rumah tersebut pada era prakemerdekaan. (ded)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • profile gubernur

      Gubernur Blakblakan, Fauzi Bowo

      NYABLAK dengan logat Betawinya yang kental. Nada bicaranya juga blakblakan tanpa tedeng aling-aling. Itulah gaya khas Gubernur DKI Jakarta ke-15 Fauzi Bowo. Meski ‘cas cis cus’ keminggris di forum-forum resmi, dalam kesehariannya Bang Foke, sapaan pria berkumis ini, lebih senang bercakap dengan dialek Betawi.

    Baca Juga

    Lolos dari KPK, Belum Jaminan Menteri Jokowi Bersih