Korut: Kami Takkan Tunduk Pada Kesepakatan AS!

|

Roket yang pernah membawa satelit Korut tahun 2005 (Foto: AP)

Korut: Kami Takkan Tunduk Pada Kesepakatan AS!
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) mengatakan, negaranya tidak berkewajiban untuk tunduk pada kesepakatan yang dibuat oleh Amerika Serikat (AS) dan akan terus meluncurkan satelitnya.

Korut juga menepis kecaman yang dilontarkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait peluncuran satelit yang dilakukan Korut pada akhir pekan lalu. Para pejabat Korut mengatakan, mereka akan tetap melanjutkan eksplorasi antariksa untuk kepentingan damai karena program antariksa akan berpengaruh pada perkembangan ekonomi negeri komunis itu. Demikian seperti diberitakan KCNA, Rabu (18/4/2012).

"Kami mampu mengambil tindakan untuk membalas kecaman itu, saat ini kami bebas dari segala macam kesepakatan. AS akan menjadi pihak yang bertanggung jawab atas semua konsekuensi yang muncul. Perdamaian adalah suatu hal yang sangat kami sayangi, namun kedaulatan merupakan sesuatu yang amat sangat mahal," ujar Kementerian Luar Negeri Korut.

Para pejabat Korut menegaskan, negaranya tidak lagi terikat dengan perjanjian Korut dan AS yang dibuat pada 29 Februari. Korut menganggap AS sudah melanggar perjanjian itu dan membatalkan bantuan pangan yang sudah dijanjikan.

Dalam perjanjian dengan AS, Korut sepakat untuk melakukan moratorium terhadap uji coba nuklir dan misil jarak jauhnya. Korut juga mengizinkan masuk para pengamat nuklir dari Badan Atom Internasional (IAEA). Namun karena adanya perubahan dari sikap AS, Korut mulai mengubah sikapnya.

DK PBB masih mendesak Korut agar taat pada Resolusi DK PBB dan menunda segenap aktivitasnya yang berkaitan dengan misil balistik. DK PBB bahkan memperkuat sanksi terhadap Korut karena peluncuran roket itu tetap digelar. (AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Raja Solo Akhirnya Angkat Bicara Atas Pelecehan Seksual