Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pedagang Pasar Tradisional Tolak Perluasan Mal

Amir Sarifudin , Jurnalis-Kamis, 19 April 2012 |02:21 WIB
Pedagang Pasar Tradisional Tolak Perluasan Mal
(Andika Pradipta/okezone)
A
A
A

BALIKPAPAN - Sebanyak 641 pedagang Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan Barat, menolak rencana Pemkot melakukan perluasan dan modernisasi pasar seperti keberadaan Mal Plaza kebun Sayur. 
 
Penolakan mereka berdasarkan pengalaman dua tahun berjalanya Plaza Kebun Sayur.
 
“Orang modal besar saja nanti yang menempati kios kalau ini dijadikan mal lagi. Lihat saja kita yang tadinya berjualan di depan setelah jadi mal kita tersingkir ditempatkan di belakang. Akibatanya, kios kita sepi dan banyak pedagang yang tutup kiosnya karena sepi pengunjung,” ujar Yuli, Sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Inpres Kebun Sayur, usai pertemuan dengan Pemkot dan pengembang PT Gusher Mitra Sejahtara, Rabu (18/4/2012).
 
PT Gusher merupakan pengembang dan pengelola Plaza Kebun Sayur selama jangka waktu 20 tahun.  Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bappeda, pengembang menyampaikan presentasi pengembangan  Pasar Inpres Kebun Sayur  menjadi 4 lantai. Mereka diterima oleh Asisten II Sri Sutantinah,Plt Pasar Arbain Side, Kabag Perlengkapan M Arsyad serta sejumlah perwakilan pedagang.
 
Penolakan pedagang ini dituangkan dalam satu sikap yang ditandatangani oleh 641 pemilik kios. Mereka meyakini konsep mal pasar modern di kawasan ini tidak akan bertahan dan justru membuat pedagang kecil bangkrut.
 
“ Contoh, saya punya kios di plaza lantai III ukuran 2x2 omzetnya Rp4 juta per bulan. Di blok permata biru Pasar Inpres Kebun sayur, kios saya itu hasilkan Rp1 juta per hari. Nah, yang pedagang yang lain itu dah pada tutup di plaza itu. Saya justru hasil di pasar yang lama ini untuk menutup biaya di plaza,” terang Yuli.
 
Menanggapi penolak ratusan pedagang itu, Perwakilan dari PT Gusher Mitra Sejahtera (GMS) Agung Laksmana mengatakan, pihaknya juga mencoba untuk mengakomodir keinginan dari para pedagang dalam penataan kawasan khas tersebut. Agung mengaku masih menunggu pertemuan dengan Ketua P3KIS untuk mendapatkan keputusan lebih lanjut terkait pengembangan  pasar tersebut.
 
Rencana pengembangan Pasar Inpres merupakan kesepakatan bersama antara Pemkot Balikpapan dan PT GMS. “Kami ini menjadi bagian dari Pemda untuk merevitalisasi kawasan tersebut,”katanya.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pasar Kota Balikpapan Arbain Side mengatakan, masukan dari kedua belah pihak akan ditindaklanjuti oleh Pemkot untuk dijadikan bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan.
 
Pasar Kebun sayur juga dikenal masyarakat luar Balikpapan sebagai pasar bagi tamu/turis untuk mencari oleh-oleh baik berupa hasil kerajinan tangan, batu permata, dan bahan  khas Kaltim. Pasar ini juga pernah dikunjungi oleh Ibu Ani Yudoyono saat bertandang mendampingi SBY tahun 2011 lalu.

(Insaf Albert Tarigan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement