MEDAN - Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal, Risfan menyatakan potensi wilayahnya sangat beragam, mulai dari sektor pertanian, pertambangan, perkebunan, perikanan maupun perkebunan.
Namun semua itu belum dapat dimaksimalkan lantaran wilayah Mandailing Natal rawan bencana. "Dari potensi yang ada, terdapat suatu masalah, yaitu daerah-daerah rawan bencana banjir, longsor, abrasi pantai, tsunami dan gempa bumi," kata Risfan kepada wartawan, Kamis (19/4/2012).
Dijelaskan darah yang rawan bencana yaitu Kecamatan Panyabungan, Siabu, Naga Juang, Panyabungan Utara, Hutabargot, Kotanopan, Batang Natal, Rantobaek, Natal, Muara Batang Gadis. Sementara yang rawan longsor Kecamatan Panyabungan Timur, Kotanopan, Muara Sipongi, Pakantan, Batang Natal, Muara Batang Gadis.
"Ada daerah yang sangat rawan terjadi tsunami, yaitu Kecamatan Natal, Muara Batang Gadi, dan Batahan," imbuhnya.
Risfan pun mendesak agar pemerintah pusat memperhatikan nasib rakyat dan kondisi daerah tersebut. Dalam kaitan ini pembangunan sarana dan prasarana penujang harus dilakukan. Yaitu pembangunan jalan dan jembatan evakuasi, pembangunan gedung penyelamat, normalisasi dan penguatan tebing sungai serta pemetaan wilayah rawan bencana.
Selanjutnya Risfan juga mendesak agar ada peningkatan kapasitas SDM dalam mitigasi dan penanggulangan Bencana. Selain itu penanganan pascabencana, pembangunan kembali jembatan, pembangunan gedung dan fasilitas perkantoran serta pengadaan peralatan dan operasional.
"Anehnya pemerintah pusat sampai saat ini tidak memperhatikan kenyataan di lapangan, sehingga Kabupaten Mandailing Natal semakin terpuruk," ungkapnya.
Dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, lanjut Risfan, perekonomian warga di Mandiling Natal sangat terganggu. "Kami butuh langkah kongkrit, dan secepatnya sarana dan prasarana di kabupaten kami ini diperbaiki," bebernya.
Dia menambahkan dalam waktu dekat akan ke Jakarta bersama jajaran pemda guna mengantarkan nota kesepakatan yang ditandatangni oleh seluruh pejabat di Mandailing Natal. "Kami akan terus mendorong agar segera direalisasikan. Pertemuan pertama kemarin, memang belum ada kesepakatan apapun. Bagi kami ini sudah sangat mendesak," tutupnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.