JAKARTA - Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, menilai vonis 4 tahun 10 bulan kepada terdakwa kasus suap wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin, bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
Sejak awal, publik sudah melihat keterlibatan dan peran mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu dalam pembangunan Wisma Atlet Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.
"Bagi masyarakat, vonis bersalah untuk mantan Bendahara partai Demokrat Muhammad Nazaruddin adalah sesuatu yang predictable. Karenanya, tidak mengejutkan," ujar Bambang dalam pesan singkat yang diterima okezone, Minggu (22/4/2012).
Lebih lanjut Bambang mengatakan, vonis pengadilan selama 4 tahun 10 bulan terhadap Nazaruddin belum memuaskan rasa keadilan publik.
Kendati demikian, lanjutnya, kini masyarakat menunggu kerja KPK yang berjanji akan menuntaskan kasus suap wisma atlet SEA Games dan kasus pembangunan sport centre di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Hal itu karena masyarakat sudah terlanjur diyakinkan bahwa Nazaruddin bukan satu-satunya politikus yang terlibat dalam dua kasus itu.
"Publik kini justru menunggu tindakan KPK terhadap sejumlah nama lain yang diduga terlibat dalam kasus wisma atlet maupun kasus Hambalang," tuturnya.
Selain itu, Wakil Bendahara Partai Golkar ini juga menegaskan sikap KPK yang hingga kini masih belum juga memproses serta menahan Angelina Sondakh yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Seolah proses hukum terhadap Angie jalan di tempat.
"Publik pun masih dan terus menunggu realisasi janji KPK yang katanya akan mengumumkan tersangka baru dalam dua kasus itu," kata Bambang.
Kasus suap wisma atlet maupun Hambalang merupaan kasus korupsi yang sudah menjadi perhatian publik. Bambang berharap kasus tersebut tak hanya berhenti setelah Nazaruddin divonis bersalah.
"Kalau benar-benar terhenti pada Nazaruddin, publik semakin yakin ada sesuatu yang terjadi di KPK dan tidak tertutup kemungkinan ada intervensi kekuatan politik," paparnya.
Menurut Bambang, anggapan seperti itu wajar karena ruang publik sudah terlanjur dijejali dengan begitu banyak asumsi maupun kesaksian yang mengindikasikan keterlibatan politisi lain dan pejabat tinggi negara dalam dua kasus itu.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.