JAKARTA - Petinggi PDI Perjuangan belajar dari konflik internal di Partai Golkar yang dipicu isu pengusungan calon presiden. Jangan sampai situasi serupa terjadi di partai berlambang banteng moncong putih itu.
“Saya mengimbau seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan wajib menjaga soliditas partai, bekerja keras untuk rakyat, dan menghindari polemik capres serta cawapres yang berpotensi memecah belah partai," seru Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo saat dihubungi wartawan di DPR, Jakarta, Senin (23/04/2012).
Isu PDI Perjuangan akan mengusung calon selain Megawati Soekarnoputri mulai muncul akhir-akhir ini. Meski calon lain yang digadang-gadang adalah Puan Maharani, situasi ini bisa memunculkan gejolak di internal partai. Sebab masih banyak kader dan simpatisan PDIP yang menginginkan Mega kembali berlaga di Pilpres 2014.
Tjahjo sendiri ketika dikonfirmasi mengenai hal ini menyatakan kandidat yang akan diusung oleh partainya dalam Pilpres 2014 mendatang tergantung pada keputusan ketua umum, sebagaimana diamanatkan dalam Rakernas PDIP di Bandung.
"Pengambilan keputusan diserahkan beliau. Kewenangan yang diberikan kepada Ibu Megawati merupakan keputusan Rakernas PDIP di Bandung pada 12-14 Desember 2011," ungkapnya.
Menurut Tjahjo, tidak tertutup kemungkinan Megawati akan kembali maju sebagai capres atau bisa juga Puan Maharani. Semua tergantung pada iklim politik yang ada. "Soal Ibu Mega akan maju kembali atau tidak sebagai capres pada Pemilu 2014 ya kita tunggu saja momentumnya. Dalam arti, bisa Ibu Mega sebagai capres atau figur lainnya, seperti Mbak Puan yang akan jadi kandidat PDI Perjuangan," imbuhnya.
Tjahjo menambahkan, partainya akan tetap menjadikan hasil survei sebagai pertimbangan mengusung calon presiden. "Faktor hasil survei menjadi salah satu pertimbangan di samping pertimbangan keputusan politik partai tentunya," sambungnya.
Kendati demikian Tjahjo belum dapat memastikan kapan partainya akan menentukan siapa figur yang akan diusung dalam Pilpres 2014. "Adapun waktu momentumnya melihat dinamika politik nasional yang tepat, bisa sebelum atau sesudah Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD 2014, dan bisa mandiri atau koalisi," tandasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.