JAKARTA - Kepala Humas Setjen DPR RI Jaka Winarko mengungkapkan Cafe Bengawan Solo di komplek Gedung DPR yang diduga menjadi sarang calo proyek sebentar lagi akan ditutup.
Pasalnya, perjanjian penyewaan tempat tersebut akan berakhir pada 2012 ini. "Kan kontraknya habis 2012. Kemungkinan enggak lagi (diperpanjang)," ungkap Jaka kepada wartawan saat dihubunginya, Senin (23/4/2012).
Untuk saat ini, beberapa kursi yang berada di pintu akses Gedung Nusantara II ke Gedung Nusantara I sudah ditiadakan. "Cafe Bengawan itu kan ada kursi di pintu akses, itu ditiadakan. Sementara ini arah jalan enggak boleh lagi," jelasnya.
Kebijakan ini, kata Jaka, karena semua anggaran DPR tengah dievaluasi oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK) sehingga beberapa proyek dihentikan. Sementara proyek yang sudah berjalan tidak bisa dihentikan.
"Jadi sama BPK dievaluasi anggaran 2012. Yang sifatnya rutin tetap jalan, enggak bisa dihentikan. Tapi sudah selesai kok. Kan, enggak bisa lama-lama dihentikan," terang dia.
Beberapa proyek yang dihentikan, di antaranya proyek fisik seperti sarana dan prasarana. Sayangnya, Jaka, tidak menjelaskan lebih rinci proyek fisik tersebut. "Proyek fisik, sarana prasarana yang jumlahnya (besar). Rumah jabatan. Tapi detailnya saya enggak tahu. Takut salah," tukasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.