FK UMI Miliki Student's Center

Ilustrasi: ist.

FK UMI Miliki Student's Center
MAKASSAR - Geliat organisasi dan kegiatan kemahasiswaan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, akan kian terasa dengan kehadiran Student's Centre. Di sini, para mahasiswa FK UMI bisa memusatkan aktivitas mereka baik intra maupun ekstrakurikuler. 

Peresmian gedung berlantai dua yang berada di belakang Gedung Utama FK ini ditandai dengan pemotongan pita dan pemotongan nasi tumpeng oleh Rektor UMI Prof. Dr. Masrurah Mokhtar, MA. yang didampingi oleh Dekan FK UMI Prof. Dr. dr. Syarifuddin Wahid, para wakil rektor, para direktur rumah sakit di Makassar, dan civitas academica UMI.

Prof. Masrurah mengatakan, keberadaan gedung sebagai pusat organisasi dan bertukar pikiran ini merupakan salah satu upaya membentuk karakter mahasiswa agar siap menghadapi masyarakat yang lebih luas dan dunia kerja.  Tidak hanya itu, di gedung ini, mahasiswa juga bebas menyalurkan minat dan bakat mereka.

"Organisasi membentuk karakter mahasiswa. Proses inilah yang diperlukan dalam beradaptasi setelah mahasiswa lulus dan mempunyai tanggung jawab sosial yang lebih besar," ujar Masrurah, kemarin.

Masruroh menambahkan, gedung ini merupakan sumbangan dana Persatuan Orangtua Mahasiswa dan Dosen (POMD).  Dia pun berharap agar fakultas lain melakukan kegiatan serupa.

Sementara itu, Dekan FK UMI Syarifuddin Wahid  mengatakan, pusat kegiatan mahasiswa FK UMI ini dibangun dengan biaya Rp500 juta, termasuk di dalamnya sarana dan prasarana. Lantai dasar diperuntukkan sebagai kantor badan eksekutif mahasiswa (BEM), unit-unit kegiatan otonom, dan tim bantuan medis. Sedangkan lantai dua dapat digunakan sebagai ruang pertemuan yang dapat menampung 150 orang. Semua ruangan dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC).

Syarifuddin berharap, apa yang telah dibangun dapat dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik, termasuk di dalamnya alat-alat musik. "Mahasiswa FK UMI harus memiliki jiwa seni, karena kelak yang aadapi adalah manusia, sehingga perlu pendekatan seni dalam melayani," ungkapnya. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kisah Pilu PKL Semarang di Pesta Rakyat