Remaja Korban Pemerkosaan Anggota Geng Motor Masih Trauma

GARUT - Remaja berusia 17 tahun yang menjadi korban pemerkosaan anggota geng motor di Garut, Jawa Barat, masih trauma. Dia masih berada di Lembaga Pelindungan Anak (LPA) Kabupaten Garut untuk menjalani pengobatan traumanya.
 
Kondisi kejiwaan korban tampak terguncang. Dia hanya diam dan tertunduk lesu saat Ketua LPA Kabupaten Garut, Nita, memberikan motivasi.

Nita menyebutkan, dibutuhkan, setidaknya, 14 hari untuk memulihkan kondisi kejiwaan korban.

“Perampasan kehormatan, membuat kondisi psikologis korban cukup terguncang dan secara psikis memerlukan pengobatan yang intensif,” terang Nita, Selasa (24/4/2012).

Sejak mengalami pemerkosaan, korban lebih banyak murung dan enggan bertemu dengan siapa pun yang tidak dikenalnya.

Sementara itu, dua pelaku anggota geng motor yang diduga kuat melakukan pelecahan seksual terhadap anak di bawah umur itu hingga kini masih diburu. Belum ada keterangan resmi yang diberikan Polres Garut terkait kasus ini.

Korban diperkosa di basecamp geng motor di Kampung Cidatar, Kecamatan Cisurupan, pekan lalu. Peristiwa nahas itu menimpa korban berawal dari pesan singkat nyasar yang dikirim seorang pelaku berinisial DN.

Keduanya berkenalan hingga akhirnya bertemu. DN kemudian membawa korban ke basecamp geng motornya.

Bersama tiga rekannya, DN menyekap dan memperkosa korban selama semalam. Beruntung, korban bisa melarikan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Dua dari empat pelaku, yakni NS (22) dan HM (17) ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Garut.

Kepada petugas, mereka mengaku tindakan terpuji itu sebagai perpeloncoan karena korban hendak masuk ke geng motor mereka.

“Jadi orientasi atau Ospek yang dimaksud oleh para anggota geng motor itu yaitu dengan melakukan persetubuhan,” terang Kasat Reskrim Polres Garut AKP Yusuf Hamdani.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Umumkan Kabinet, Jokowi: Kalau Gak di Pluit Ya Tanah Abang