Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mendikbud: UN, Sistem Kelulusan Paling Baik

Misbahol Munir , Jurnalis-Rabu, 25 April 2012 |07:24 WIB
Mendikbud: UN, Sistem Kelulusan Paling Baik
Ilustrasi: suasana ujian nasional. (Foto: Heru H/okezone)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh mengatakan pihaknya akan tetap mempertahankan sistem Ujian Nasional (UN) sebagai sistem kelulusan pelajar dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
 
Dia mengakui bahwa perbaikan terhadap kualitas guru sebagaimana tuntutan Mahkamah Agung (MA) juga harus terus ditingkatkan. Meskipun, tanpa diminta pemerintah telah melakukannya.
 
“UN jalan terus meskipun MA menuntut peningkatan kualitas guru harus dilakukan. Lah, itu diminta atau tidak sudah tugas pemerintah harus meningkatkan kualitas guru,” ungkap Muhammad Nuh kepada wartawan usai mengikuti pembukaan HUT ke-78 Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2012) malam.
 
Kelulusan sudah ada sejak sebelum kemerdekaan. Hanya saja namanya yang berbeda. Semua sistem ujian kelelusan tersebut diselenggarakan secara terpusat. Tetapi, dari sekian sistem kelulusan, UN menjadi sistem ujian kelulusan terbaik sampai saat ini.
 
“Kalau pelajari sejarah UN, itu sebelum merdeka sudah ada. Sebelum merdeka sudah ada ujian yang diselenggarakan secara nasional, namanya saja yang berbeda. Seperti Ujian Negara, Ujian Akhir, Ujian Penghabisan, Ebtanas, Unas, UAN, UN, tapi pada hakikatnya itu semua diselenggarakan secara terpusat,” kata dia.
 
Menurut mantan Rektor ITS itu, sistem kelulusan UN merupakan sistem terbaik dibandingkan sistem lainnya. Dia mengakui setiap sistem memiliki kekurang dan kelebihan tersendiri.
 
“Kami tentu bukan serta merta sebelum merdeka ada maka sekarang harus ada, tapi kami jauh sebelum menetapkan UN harus jalan terus, itu kami sudah membuat satu peta analisis. Kalau pakai UN, plus minusnya apa, tidak pake UN plus minusnya apa,” tegasnya.
 
Karena itu, pihaknya akan tetap mempertahankan sistem UN karena sistem itu masih yang terbaik hingga saat ini. “Dari plus minus itu kami simpulkan UN ini yang terbaik, bukan berarti tanpa kelemahan, ada kelemahannya tapi ini sistem yang terbaik,” pungkasnya.
 

(Misbahol Munir)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement