Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Akbar: Tentukan Capres, Golkar Harus Ikuti Aturan Main

Misbahol Munir , Jurnalis-Rabu, 25 April 2012 |08:00 WIB
Akbar: Tentukan Capres, Golkar Harus Ikuti Aturan Main
Aburizal Bakrie (dok: okezone)
A
A
A

JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung meminta Pengurus DPP Partai Golkar untuk mengikuti aturan main dalam menetapkan calon presiden (Capres) yang akan diusung pada Pilpres mendatang.  
Menurut dia, penetapan capres tidak boleh dipaksakan dan harus melalui sistem yang demokratis. Yang lebih penting lagi penetapan Capres harus melibatkan seluruh jajaran partai mulai pusat hingga provinsi serta organisasi-organisasi pendiri Partai Golkar dan yang didirikannya.
 
“Kalau sikap saya dan ini sikap dewan pertimbangan, seyogyanya sebelum menentapkan Capres hendaknya ditetapkan terlebih dahulu mengenai sistem tata cara dan mekanisme penetapan Capres Partai Golkar,” kata Akbar saat di hubungi, Rabu (24/4/2012).
 
Kata mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu semua jajaran partai harus diberi kesempatan yang sama terkait tokoh yang pantas untuk diusung sebagai Capres.
 
“Seluruh jajaran partai itu diberikan kesempatan untuk memberikan pandangan mengenai Capres yang tepat yang akan diusung oleh Partai Golkar. Seluruh jajaran partai pusat dan daerah termasuk organisasi yang mendirikan dan didirikan PG diberikan kesempatan untuk mengusulkan atau menyebutkan nama-nama sebagai bakal calon presiden,” kata dia
 
Meski pun kata dia, pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Oktober 2011 lalu, seluruh DPD sepakat agar Ketua Umum Aburizal Bakrie maju sebagai Capres namun, tidaklah secara otomoatis, sebab usulah itu harus diperkuat dengan sebuah aturan.
 
“Saya hanya menggambarkan Rapimnas Oktober 2011 yang lalu seluruh DPD I dan II Partai Golkar mendukung Ical sebagai Capres. Namun keputusan Rapimnas itu merekmomendasikan agar hal itu disahkan dalam Rapimnas Oktober 2012 mendatang atau pada Rapimnas yang khusus diadakan untuk itu,” jelasnya.
 
Bagi dia, banyaknya kader yang mencuat ke publik sebagai kandidat Capres selain Ical tidak masuk kategori bentuk perpecahan partai. Hal itu kata dia merupakan sebuah dinamika internal partai yang menganut asas Demokrasi.
 
“Nama-nama yang sudah disebut-sebut itu sesuai dengan metode yang sudah digunakan Golkar seperti survei dan nama-nama yang disebut jajaran partai dari bawah namun belum disurvei patus dipertimbangkan dan ikut disurvei juga,” ujarnya.
 
Seluruh jajaran partai, tambahnya, hakekatnya menginginkan agar paradigma baru Partai Golkar yang demokratis dan paradigma yang pernah dicetuskan dan diwujudkan dalam bentuk konvensi 2004 bisa dilaksanakan kembali. Jika keputusan dibuat dengan cara yang demokratis seperti itu maka semua kader Golkar harus mendukung itu dan dia yakin semua kader Golkar juga akan mendukung keputusan itu dan ini tentunya akan membuat partai menjadi solid
 
“Saya belum ketemu Ical, dia lagi di luar negeri.Tapi sekali lagi yang jelas pandangan kami, bukan hanya pandangan saya karena hal ini berkembang di dewan pertimbangan, dan rangkumannya menginginkan itu semua,” pungkasnya.
 

(Misbahol Munir)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement