Setelah Dipukuli, Eks PM Ukraina Mogok Makan

|

Foto : Mantan PM Ukraina Yulia Tymoshenko (thefederalist)

Setelah Dipukuli, Eks PM Ukraina Mogok Makan

KHARKIV - Mantan Perdana Menteri Ukraina Yulia Tymoshenko melakukan aksi mogok makan di penjara setelah dirinya disiksa oleh para sipir. Seorang pengacara mengatakan, perut Tymoshenko dipukuli sebelum akhirnya diseret keluar untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Oposisi dari Presiden Viktor Yanukovich itu mendekam di penjara atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Tymoshenko menerima dakwaan pada 2011 lalu, selain itu, dirinya juga dituduh memperburuk hubungan Ukraina dan Uni Eropa.

 

Tymoshenko dikabarkan mengalami sakit punggung akibat kekerasan yang dilakukan para sipir penjara. Meski demikian, otoritas penjara menampik laporan yang menyebutkan adanya tindakan kekerasan terhadap Tymoshenko. Pada Jumat pekan lalu, perempuan berusia 51 tahun itu melakukan aksi mogok makan di penjara. Aksi mogok makan itu cukup menarik perhatian komunitas internasional terhadap situasi di Ukraina.

"Mereka (sipir penjara) mendekati tempat tidur saya, dan saya pun diseret hingga jatuh ke lantai. Dengan keputusasaan ini, saya menahan rasa sakit ketika menerima banyak pukulan di bagian perut saya," demikian pernyataan tertulis Tymoshenko yang diberikan kepada pengacaranya, seperti dikutip Reuters, Rabu (25/4/2012).

"Selain itu, mereka juga memelintir tangan saya, serta menyeret saya keluar dari penjara dalam keadaan terikat oleh selimut. Saya pikir, inilah akhir hidup saya," imbuhnya.

Menurut pernyataan jaksa, tidak ada insiden pemukulan yang dilakukan para sipir terhadap Tymoshenko, meski, para sipir memang memaksa Tymoshenko untuk pergi ke rumah sakit.

"Dia (Tymoshenko) mengemas barang-barangnya dan setelah itu, dia justru berbaring di tempat tidurnya dengan mengatakan, dirinya tidak akan pergi kemanapun. Menurut undang-undang Ukraina, otoritas penjara berhak menggunakan kekerasan untuk memaksa Tymoshenko agar pergi ke rumah sakit. Sipir juga hanya menganggkat tubuh perempuan itu," ujar Jaksa Henady Tyurin.

Mantan Perdana Menteri Ukraina itu akhirnya kembali ke penjaranya yang terletak di Kota Kharkiv pada Minggu pekan lalu. Tymoshenko menolak menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Perempuan itu juga dihadapkan oleh pengadilan baru yakni percobaan penggelapan dana dan skandal pajak. Tymoshenko pun terancam hukuman 12 tahun penjara

(AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    PK MA di Kasus TPI Bikin Kepastian Hukum Indonesia Pudar