JAKARTA- Tingginya minat warga Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji mendorong Kementrian Agama RI untuk membenahi pelaksanaan ibadah haji. Salah satunya dengan membeli pesawat khusus untuk mempelancar pelaksanaan ibadah haji.
"Wacana boleh-boleh saja, perlu pengkajian mendalam soal itu, nantilah, kita rundingkan pihak-pihak terkait yang kompeten," kata Dirjen Pemberangkatan Haji Umroh, Slamet Riyanto ketika ditanya tentang rencana pembelian pesawat khusus haji, di Jakarta, Kamis (25/4/2012).
Kemenag RI saat ini, kata Slamet, lebih memilih untuk membuka peluang bagi maskapai penerbangan agar bisa memberangkatkan jamaah haji Indonesia. "Syukur kalau bisa lebih dari dua maskapai yang bisa memberangkatkan jamaah, jadikan kita bisa lebih banyak kuota jamaah yang bisa berangkat," kata Slamet
Sementara itu, terkait tender, Slamet mengatakan, Kementerian Agama telah membuka tender bagi maskapai penerbangan untuk dapat menerbangkan jamaah haji. "Empat maskapai yaitu Garuda Indonesia, Metro Batavia, Saudi Airlines dan Lion Air diundang Kemenag RI untuk dapat menerbangkan jamaah haji ke tanah suci. Namun, Air Asia mengajukan diri untuk dapat ikut mengangkut jamaah haji," katanya.
Kata Slamet, saat ini yang lolos verifikasi untuk tender ialah, dua maskapai yakni Garuda Indonesia dan Saudi Airlines “Untuk garuda memberangkatkan 54persen jamaah dan saudi airlines 46 persen jamaah,” pungkasnya.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.