Polri: Dua Jenazah TKI Tewas di Malaysia Sudah Diautopsi

Kamis, 26 April 2012 20:47 wib | Rizka Diputra - Okezone

Polri: Dua Jenazah TKI Tewas di Malaysia Sudah Diautopsi Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) JAKARTA - Tim Bareskrim Mabes Polri dan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) hari ini  telah rampung melakukan autopsi ulang terhadap dua jenazah TKI yang tewas ditembak di Malaysia. Keduanya yakni Herman dan Ahmad Jaelani.
 
”Sudah hubungi keluarga, langkah autopsi ulang untuk mengetahui kondisi jenazah, dua mayat hari ini, satu mayat besok diharapkan punya data awal yang kuat. Bagaimana kondisi jenazah mayat saat ini,“ ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, Kamis (26/4/2012).
 
Nantinya, lanjut Saud, pihak Kementerian Luar Negeri akan berkoordinasi dengan Pemerintah Malaysia untuk menindaklanjuti kasus ini. ”Nanti akan kroscek dengan pejabat Malaysia bila ada kecurigaan yang ditemukan,“ tambahnya.
 
Seperti diketahui, WNI Muhammad Isha dikabarkan tewas bunuh diri pada Jumat 25 November 2011 di Kuala Lumpur, Malaysia, tempatnya bekerja. Kematian pria yang bekerja sebagai buruh kontrak di perkebunan durian itu disampaikan oleh majikan korban kepada keluarga.
 
Jenazah korban tiba di Bandara Polonia Medan pada Sabtu, 26 November 2011. Saat dimandikan ulang oleh keluarga, terlihat ada keganjilan di tubuh Isha. Salah satunya di bagian depan terlihat ada bekas jahitan. Bahkan di bagian kornea mata terlihat sudah membiru. Sehingga keluarga menduga Isha jadi korban penjualan organ manusia.
 
Untuk kepentingan Kepolisian OK Alamsyah, keluarga korban, menyatakan kesedian keluarga untuk dilakukan autopsi ulang dengan cara melakukan pembongkaran makam Isha.
 
Selain itu keluarga dari tiga Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok Timur juga menduga ada indikasi praktik jual-beli organ tubuh karena adanya jahitan pada kedua mata, dada, dan perut korban. Mata dan organ dalam jasad itu diduga telah diambil.
 
Tiga TKI yang tewas dalam penembakan itu, Mad Noor (28), warga Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, dan Herman (34) serta Abdul Kadir Jaelani (25). Herman dan Jaelani keduanya adalah  paman dan keponakan, warga Dusun Pancor Kopong Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten  Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »