Penyuap Jaksa Nonaktif Sistoyo Divonis Bui 2,5 Tahun

|

Sidang penyuap jaksa nonaktif Sistoyo (Foto: okezone/Iman Herdiana)

Penyuap Jaksa Nonaktif Sistoyo Divonis Bui 2,5 Tahun

BANDUNG - Dua penyuap Jaksa Kejari Cibinong nonaktif Sistoyo, Edward M Bunjamin dan Anton Bambang Hadyono, divonis penjara masing-masing dua tahun enam bulan penjara.

Vonis dibacakan majelis hakim yang dipimpin Singgih Budi Prakoso dengan anggota Basari Budhi dan Andriano di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Martadinata, Bandung, Kamis (26/4/2012).

Selain itu, terdakwa juga harus membayar denda masing-masing Rp50 juta. Jika tidak sanggup membayar denda, dua terdakwa harus menggantinya dengan hukuman penjara tiga bulan.

“Majelis Hakim menyatakan terdakwa 1 (Edward) dan terdakwa 2 (Anton) terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama. Majelis hakim menjatuhkan pidana masing-masing dua tahun enam bulan penjara dan denda masing-masing 50 juta. Jika tidak sanggup membayar denda masing-masing diganti tiga bulan kurungan,” ungkap Singgih, saat membacakan amar putusan.

Dua terdakwa melanggar UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU No 20/2001 tentang perubahan atas UU No 31 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terdakwa Edward dan Anton dinilai terbukti berupaya memberikan uang suap kepada Sistoyo yang tengah menangani perkara penggelapan dan penipuan yang dilakukan Edward dan Anton.

“Hal yang memberatkan terdakwa 1 dan 2 tidak peka terhadap program pemberantasan korupsi yang dijalankan pemerintah. Hal yang meringankan, keduanya belum pernah dihukum,” ucap Singgih.

Sebelumnya jaksa penuntut dari KPK, yang terdiri dari Iskandar M, Sigit Wasiso, Zulkarnaen, dan Hadianto, menyampaikan tuntutan terhadap terdakwa. Edward dan Anton, masing-masing dituntut penjara tiga tahun dan denda Rp100 juta subsider kurungan tiga bulan.

Menanggapi tuntutan majelis hakim, jaksa KPK Hadianto menyatakan pikir-pikir untuk melakukan banding. Namun, pihaknya mengapresiasi putusan hakim tersebut.

“Kami apresiasi terhadap putusan hakim. Pasal yang kita tuntut sama dengan yang diputuskan,” kata Hadianto, usai sidang.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kisruh di DPR, Fahri Hamzah: Semua Akan Baik-Baik Saja