Inilah Kronologis Penembakan 3 TKI di Malaysia

Ilustrasi (Foto: okezone)

Inilah Kronologis Penembakan 3 TKI di Malaysia
JAKARTA-  Tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lombok Timur, NTB, tewas setelah diberondong peluru oleh lima Polisi Diraja Malaysia.

Direktur Pengamanan Kedeputian Perlindungan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Brigjen Pol Bambang Purwanto, mengatakan selama di Malaysia pada 24-25 April 2012 menemukan keterangan yang mengarah kepada fakta penembakan tiga TKI asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Ketiga TKI itu memang telah diberondong peluru oleh lima polisi Malaysia.

Untuk menelusuri prosedur penembakan tiga TKI yang tidak wajar itu, Bambang sempat mendatangi kepolisian di Malaysia dan mendapatkan keterangan akan segera diumumkan pihak berwenang di sana.
 
“Mereka hanya menegaskan secepatnya dan soal persis waktunya tidak disampaikan,” tegas Bambang dalam keterangan rilisnya yang diterima Okezone, Jumat (27/4/2012).
 
Menurutnya, penembakan tiga TKI terjadi di area Port Dickson (pelabuhan), Negeri Sembilan, Malaysia pada 24 Maret 2012 sekira pukul 05.00 waktu setempat.
 
”Penembakan dilakukan atas dugaan para TKI melakukan upaya perampokan di kawasan Kampung Tampin Kanan Tinggi, Port Dickson, Negeri Sembilan,” jelasnya.

Ketika diberondong tembakan, kata Bambang, ketiga TKI tersebut diketahui polisi menggunakan masker di wajahnya, membawa parang, serta menggunakan sarung tangan.
 
Keterangan yang diperolehnya juga menyebutkan, para TKI berusaha melawan hingga polisi melepaskan tembakan berkali-kali ke bagian wajah dan tubuh atau dada, yang kemudian membuat ketiganya meninggal dengan cara mengenaskan.
 
Selanjutnya, jasad para TKI dibawa ke Rumah Sakit Port Dickson, namun tidak dilakukan tindakan autopsi langsung karena ketiadaan data diri. Autopsi baru dilakukan pada 26-27 Maret 2012, setelah dinyatakan oleh Wildan selaku keluarga dekat para korban.

Tidak hanya itu saja, majikan bernama Lim Kok Wee, yang juga mengenal Abdul Kadir sebagai pekerjanya, datang ke rumah sakit dengan diantar petugas polisi, 25 Maret 2012.
 
Autopsi pertama pada 26 Maret terhadap dua jenazah, yaitu Abdul Kadir Jaeleni dan Herman. Jasad Abdul Kadir ditangani dokter Mohd Khairul Izzati Omar, sedangkan dokter Muhammad Huzaifah Rahim mengautopsi jasad Herman. Selanjutnya pada 27 Maret, giliran jasad Mad Noor yang diautopsi dokter Safooraf.
 
”Hasil autopsi menyimpulkan mereka tewas oleh tembakan berkali-kali di bagian kepala maupun tubuh korban,” kata Bambang. Adapun sijil (sertifikat kematian) menyangkut ketiga TKI dikeluarkan rumah sakit pada 26 Maret untuk almarhum Abdul Kadir dan Herman. Sementara almarhum Mad Noor, sijilnya keluar pada 27 Maret," ungkapnya. (crl)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Susun Kabinet, Jokowi Tegaskan Tak Ada Intervensi Parpol