GORONTALO - Seminggu setelah bentrokan antara anggota Brimob dengan Kostrad, Polda Gorontalo mencopot Kapolres Limboto, AKBP Djoko Djohartono dan Kabag Ops, Kompol Fikri Safri. Pencopotoan tersebut pun menyisakan kontroversi.
Berdasarkan informasi, keduanya dicopot terkait bentrokan antara anggota Brimob Polda Gorontalo dengan Brigif 221 Kostrad Gorontalo pada Minggu pekan lalu. Keduanya dinilai bertanggungjawab atas bentrokan tersebut.
Pencopotan itu dikabarkan mendapat protes keras dari sejumlah perwira saat digelar Apel di Mapolda Gorontalo. Menurut mereka, Kapolres Limboto tidak harus bertanggungjawab atas bentrokan tersebut.
Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Lisma Dunggio, membantah pencopotan tersebut terkait bentrokan dua instansi. Menurutnya, pencopotan anggota polisi merupakan hal wajar dalam di tubuh Polri.
"Tidak ada kaitannya. Pencopotan hal wajar lah di institusi," ujar Lismo, Senin (30/4/2012).
Sementara itu, bekas Kapolres Limboto, AKBP Djoko Djohartono, mengaku dizalimi atas pencopotan mendadak tersebut. Dia menilai, pencopotan itu sengaja dilakukan atas terjadinya bentrokan. "Yang pasti saya merasa teraniya atas pencopotan itu," pungkasnya.
Surat pencopotan Kapolres Limboto sudah keluar sejak sepekan lalu. Surat itu ditandatangani langsung oleh Kapolda Gorontalo, Brigjen Irawan Dahlan. Kapolres Limboto akan dijabat oleh AKBP Eko Tasianto yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.