Yale Gandeng UI Rancang Kurikulum Global

Ilustrasi: ist.

Yale Gandeng UI Rancang Kurikulum Global
JAKARTA - Yale School of Management menggandeng 20 perguruan tinggi ternama di dunia dalam Global Network for Advance Management. Magister Manajemen Universitas Indonesia (MM UI) adalah kampus terpilih dari Indonesia.

Kampus lainnya yang juga direkrut Yale, di antaranya London School of Economics (LSE), dan National University of Singapore (NUS). Perguruan-perguruan tinggi ternama dunia ini nantinya akan bekerja sama dalam mempersiapkan kurikulum baru yang lebih adaptif dan futuristik untuk melatih para pemimpin muda.

Dekan Yale School of Management Ted Snyder menyatakan, Global Network dibangun untuk menjawab tantangan dalam perekonomian global di era yang semakin datar (flat) ini. Kampus-kampus yang tergabung dalam jaringan ini juga akan berperan dalam mendistribusikan kekuatan ekonomi secara merata serta mencetak pemimpin-pemimpin baru yang bisa menjembatani pasar dengan negara dan komunitas, dalam konteks yang semakin kompleks, paradoks dan beragam.

Dalam keterangan resmi Snyder kepada Okezone, Senin (30/4/2012) disebutkan, salah satu masalah utama yang dihadapi berbagai sekolah bisnis di Asia adalah menciptakan standar baru untuk melahirkan para eksekutif handal di tengah cara berpikir tradisional yang mengikat mereka. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kampus-kampus sekolah bisnis perlu mengelola kompleksitas (managing complexities) agar para eksekutif handal yang mereka lahirkan memiliki kemampuan membedakan informasi yang tidak penting dan pokok masalah yang harus ditangani.

Selain itu, cepatnya pergerakan informasi juga menimbulkan beragam respons dalam waktu singkat. Akibatnya, para pemimpin sering kali kesulitan membaca kebenaran serta bertarung antara kecepatan pengambilan keputusan dengan risiko dan ketidaksinkronan tindakan.

"Melalui jaringan ini, kita bersama-sama membangun suara yang lebih representatif dalam menghadapi tuntutan-tuntutan baru dalam era globalisasi tadi dengan cara-cara yang lebih inovatif," ujar Snyder.

Tidak hanya bekerjasama dalam pengembangan kurikulum pendidikan magister ekonomi dalam era globlalisasi, kampus-kampus dalam jaringan tersebut juga beKerja sama dalam bidang pendidikan.

Dekan FEUI Firmanzah menjelaskan, kerjasama pendidikan ini berupa kesempatan bagi peserta MMUI untuk mengikuti magang di berbagai kampus utama dunia dengan memanfaatkan jaringan alumni dan mahasiswa kampus-kampus terkenal di 21 negara. Kerjasama ini juga memungkinkan mahasiswa dan eksekutif yang diterima di MMUI mengikuti kuliah di Yale.

Firmanzah mengklaim, MMUI dipilih sebagai wakil Asia karena reputasinya. Yale, kata Firmanzah, juga memandang serius penegakan good corporate governance (GCG) dan dukungan pengajar yang berkualitas tinggi di MMUI.

"Kerjasama ini juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sekaligus menjembatani para peserta didik dan pengajar ke dalam jaringan ekonomi global," kata Firmanzah.

Sebelum aktif dalam Global Network for Advance Management dan merumuskan kebutuhan dunia usaha terhadap Global Leadership, para pemimpin 21 kampus terkemuka dunia itu bertemu dengan sejumlah pemimpin bisnis di antaranya dari Financial Times, Wall Street Journal, The Economist, JP Morgan, para social entrepreneur dan tokoh-tokoh dunia lainnya. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    KPK Minta Jokowi Konsisten Berantas Korupsi