UGM Sapu Bersih Juara Regional III KRI & KRCI

|

Tim UGM menyapu bersih juara satu dalam KRI-KRCI Regional III 2012. (foto: dok. UGM)

UGM Sapu Bersih Juara Regional III KRI & KRCI

JAKARTA - Tim robotika Universitas Gadjah Mada (UGM) mengukuhkan diri sebagai jawara robot se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Regional III akhir pekan lalu, UGM menyabet semua gelar juara dalam seluruh kategori lomba.

Tim robot UGM berlaga maksimal dalam kontes yang digelar oleh Universitas Dian Nuswantoro tersebut. Mereka memboyong trofi juara pertama pada semua kategori lomba; robot Jump Ace menjadi jawara KRI sekaligus meraih prestasi the best algoritma, robot Armada menjuarai KRCI Beroda dan meraih predikat the best algoritma, robot 1-DA memenangi KRCI Berkaki, dan robot Alfarobi keluar sebagai pemenang KRCI Hummanoid Soccer.

Jika ada satu anggota tim yang pantas dielu-elukan dalam kemenangan ini, maka dia adalah Sidiq Setya. Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Industri tersebut merupakan driver penentu kemenangan tim UGM. Dalam KRI, Sidiq dengan lincah mengendalikan robot Jump Ace, dia juga cekatan melewati jalur, memasang, hingga memasukan beberapa balok buatan.

Mahasiswa angkatan 2009 itu mengaku, sempat grogi berlomba. Tetapi ketika sudah menguasai medan, Sidiq pun lancar mengendalikan robotnya. "Kunci kemenangan adalah adaptasi robot dan lapangan. Selain itu, kami juga mendapat lapangan merah lagi, sama seperti ketika semifinal. Hal ini mempermudah karena robot tidak perlu banyak beradaptasi," kata Sidiq, seperti dilansir laman UGM, Senin (30/4/2012).

Pada pertarungan final, Sidiq dibantu dua rekannya, yaitu Andra Risciawan (D-3 Elins) dan Farid Inawan (Teknik Elektro) melawan tim robot Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). KRI dan KRCI Regional III di Semarang ini diikuti oleh 22 kampus negeri dan swasta di DIY-Jawa Tengah.

Ketua Tim Robot UGM Damar Satrio Guntoro mengklaim, selama pertandingan, tim robot UGM tidak menemui hambatan berarti. Mereka hanya perlu mengurangi bobot robot untuk menyesuaikan kondisi lapangan, serta memperbaiki robot yang rusak sebelum bertanding.

Damar mengklaim, robot-robot yang berlaga pada kategori KRCI Beroda dan Berkaki pun unggul dari tim lain. "Robot-robot UGM berhasil mengelilingi ruangan dan mencari api dengan waktu tercepat dan terakurat," kata Damar.

Sementara, Direktur Kemahasiswaan UGM Drs. Haryanto, M.Si menjelaskan, di kampusnya, robotika tidak hanya hobi, melainkan menjadi bagian pembelajaran akademik. Selain karena dukungan dan pendanaan dari kampus, kemenangan ini juga merupakan hasil sinergi antara berbagai fakultas di UGM.

"Kemenangan ini tidak lepas dari proses belajar dari pengalaman bertanding sebelumnya. Tim robot UGM setiap saat melakukan evaluasi kelemahan, serta keunggulan yang dimiliki di samping menyinergikan ilmu dari Fakultas Teknik, MIPA dan Sekolah Vokasi," imbuhnya. 

Pemenang KRI Regional III adalah UGM sebagia juara pertama, juara kedua UNY, juara ketiga Universitas Sultan Agung (Unisula), dan juara keempat Universitas Diponegoro (Undip).  Pemenang KRCI Beroda ialah Juara satu UGM, juara kedua Unika Soegijapranata, dan juara ketiga UNY.

Kategori KRCI Berkaki dimenangi oleh UGM (juara satu), sedangkan juara kedua dan ketiga tidak ada. Kategori KRCI Humanoid Soccer dimenangi oleh UGM (juara satu), juara dua Universitas Islam Indonesia (UII), dan juara tiga Politeknik Negeri Semarang.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pasek Bertekad Hapus Stigma Partai Keluarga di Demokrat