Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kematian TKW di AS Terus Menuai Simpati

Rohmat , Jurnalis-Selasa, 01 Mei 2012 |11:02 WIB
Kematian TKW di AS Terus Menuai Simpati
Ni Luh Endang Susiyani
A
A
A

BULELENG - Kematian tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Buleleng, Bali, di Amerika Serikat menuai simpati dari rekan-rekan korban di Negeri Paman Sam itu. Mereka mendatangi rumah sakit dan lokasi penemuan jasad korban di South Carolina.

Ni Luh Endang Susiyani (31), ditemukan dalam keadaan tewas setelah mobil yang ditumpangi bersama kekasihnya dibajak oleh dua orang pemuda bersenjata api. Korban perampokan itu ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian kepala pada Jumat 27 April malam waktu setempat.

Putu Artana, ayah korban, mengatakan pagi tadi sekira pukul 05.00 Wita, seorang wanita menghubunginya. Wanita yang mengaku sebagai teman anaknya itu mengabarkan bahwa proses adminstrasi pemulangan jenazah masih dilakukan. Dia pun diminta bersabar sampai proses administrasi di rumah sakit maupun Kepolisian, rampung.

"Kabarnya hari Sabtu pekan ini sudah selesai, tetapi itu baru sebatas kabar. Sampai saat ini belum ada informasi resmi dari pemerintah atau pihak terkait lainnya," kata Artana yang merupakan mantan anggota DPRD Buleleng ini.

Karangan bunga turut berduka atas kematian korban juga terpajang di lokasi kejadian. "Ada sekira 60 rekan-rekan anak saya memberikan karangan bunga di sekitar lokasi kejadian," tambahnya.

Sementara itu, kediaman korban yang merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana itu telah dibangun tenda-tenda sederhada beratapkan seng. Tenda tersebut ditujukan untuk menampung para tamu yang datang melayat.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement