Wapres Minta Suara Adzan Diatur, MUI Jabar Tak Setuju

|

Wakil Presiden, Boediono (foto: Okezone)

Wapres Minta Suara Adzan Diatur, MUI Jabar Tak Setuju
BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat tidak setuju dengan pernyataan Wakil Presiden Boediono yang menyarankan supaya mengatur loudspeaker (pengeras suara) azan di mesjid-mesjid.

Sekertaris Umum MUI Jabar Rafani Achyar mengatakan, meski begitu tidak perlu emosional menanggapi pernyataan Wapres tersebut. "Kami berbaik sangka kepada wapres, positif thinking," kata Rafani, di Kantor MUI Jabar, Jalan Martadinata, Selasa (1/5/2012).

Rafani menyebutkan, MUI sendiri sebenarnya sudah merumuskan pengaturan pengeras suara di mesjid. Tetapi bukan untuk mengatur volume azan, melainkan untuk kegiatan masjid di luar azan, seperti pengajian, ceramah, atau khutbah Jumat.

Aturan tersebut bersifat imbauan supaya masjid memiliki dua pengeras suara, yakni untuk bagian dalam dan di luar mesjid. "Yang di luar untuk pengeras azan. Sedangkan di dalam, fungsinya sebagai pengeras suara saat pengajian atau ceramah," paparnya.

Dia menilai, mungkin saja Wapres setuju dengan gagasan pengaturan speker yang dirumuskan MUI tersebut. Hanya saja, yang dibahas Wapres justru pengaturan azannya. "Tidak harus emosional kepada wapres. Ucapan wapres sebagai bahan renungan bersama," tambahnya.

Jadi, menurutnya, azan tidak perlu diatur meskipun saling bersahutan. Sebab, azan dikumandangkan dalam waktu tertentu saja. Selain itu, durasi azan juga tidak lama, paling panjang lima menit.

"Azan menurut kami tidak harus diatur. Azan kan manggil untuk solat. Jadi tidak ada azan mengusik orang lain sekalipun non muslim. Azan kalimatnya tauhid yang berisi kalimat kesejukan dan keteduhan," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Presiden Boediono saat membuka muktamar Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Jumat 27 April lalu, meminta Dewan Mesjid Indonesia membahas pengaturan pengeras suara di masjid. Menurut Boediono, adzan lebih enak didengar sayup-sayup dibandingkan keras-keras.

(ris)

berita terkait

foto & video lainnya

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ical: Habibie Sakit tapi Masih Pikirkan Indonesia