JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menilai pemerintah telalu lambat bahkan cenderung membiarkan kasus pembunuhan tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.
Ketua Umum KSPSI, Yorrys Raweyai, mengatakan para pengurus serikat pekerja Indonesia marah dan menyesalkan cara-cara pemerintah yang loyo dalam pengusutan kasus pembunuhan tiga TKI di Malaysia.
"Pembunuhan ini dilakukan polisi Malaysia. Memangnya TKI kita penjahat apa, bisa dibunuh seenaknya. Pemerintah harus usut ini dengan benar, bukan malah membiarkan," ujar Yorrys saat pengukuhan pengurus KSPSI versi Mukernas Malang, di Jakarta.
Anggota Komisi I DPR ini menegaskan, pembunuhan TKI oleh polisi Malaysia sudah bisa disebut sebagai pelecehan harga diri bangsa, sebab UUD menyatakan bahwa negara harus melindungi seluruh tumpah darah rakyat Indonesia. Satu nyawa warga negara Indonesia wajib dilindungi, terlebih dari arogansi polisi negara lain.
Jika pemerintah masih melempem menangani kasus ini, terang Yorrys, pihaknya akan mengerahkan para pekerja dari KSPSI melakukan sweeping terhadap perusahaan-perusahaan Malaysia di Indoneisa.
"Kalau tak ada reaksi juga, kita akan minta DPR dan Pemerintah menghentikan jaringan hubungan diplomatik dengan Malaysia. Katanya satu rumpun, tapi kok membunuh," keluhnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.