Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kekerasan Senpi Marak, Komisi III Panggil Kapolri

Tri Kurniawan , Jurnalis-Sabtu, 05 Mei 2012 |19:44 WIB
Kekerasan Senpi Marak, Komisi III Panggil Kapolri
ilustrasi (Foto:okezone)
A
A
A

JAKARTA- Tindak kriminal dengan menggunakan senjata api kembali marak. Komisi III DPR berencana memanggil Kapolri, Jenderal Polisi Timur Pradopo untuk meminta keterangan terkait banyaknya senjata yang beredar di masyarakat.

Hal itu dikatakan nggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Indra. Namun, Indra mengaku belum bisa memutuskan waktu pemanggilan. "Mungkin habis masa reses, karena ini kan (pemanggilan Kapolri) bukan keputusan pimpinan saja tapi kolektif," katanya di Jakarta, Sabtu (5/5/2012).

Menurut Indra, tindak kejahatan dengan menodongkan senjata api sudah sangat meresahkan warga. Bahkan, pelaku tidak segan meletuskan peluru hanya karena masalah sepele. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, dua anggota TNI tewas diberondong peluru milik pengendara Toyota Yaris di Matraman, Jakarta Timur.

Selain itu, ada juga aksi penodongan senjata api oleh oknum anggota TNI di Palmerah, Jakarta Pusat. Kasus lainnya yakni ancaman dengan senjata salah satu pakar ekonomi di sebuah restoran di Grand Indonesia.

"Memang dengan adanya kejadian terakhir ini rasa kemanan dan rasa tenteram publik ternodai," ujarnya.

Dia mendesak, Kapolri untuk segera mengevaluasi peredaran senpi di masyarakat. Jangan sampai, tambahnya, orang yang tidak punya hak tidak jelas peruntukannya membawa senjata api.

Menurutnya, bukan hanya senjata api yang ada di tangan masyarakat sipil tapi juga termasuk yang ada di tangan kepolisian dan TNI jika memang dirasa tidak siap mental harus ditertibkan. "Ini rawan penyimpangan. Orang emosi sedikit mentang-mentang nantinya. Kapolri harus serius menangani masalah ini. Jangan sampai ketentraman masyarakat ternodai," cetusnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement