NASIONAL

Polri: Ada 30 Kasus Over Acting Penggunaan Senpi

Selasa, 08 Mei 2012 18:26 wib
Fiddy Anggriawan - Okezone
Boy Rafli (Foto: Koran Sindo) Boy Rafli (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Polri mengakui penyalahgunaan senjata api (senpi) kebanyakan dilakukan dengan cara over acting atau terlalu berlebihan sehingga membuat orang lain ketakutan. Setidaknya ada 30 kasus yang tercatat sejak 2001 hingga 2012.
 
Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Boy Rafli Amar tindakan berlebihan tersebut antara lain mengeluarkan senjata api di muka umum dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi masyarakat lain. Selain itu, 12 kasus pengancaman dengan menggunakan senpi juga terjadi. Kemudian penganiayaan ringan ada tujuh kasus, penembakan udara ada empat kasus, jaringan narkoba ada tiga kasus, dan terakhir adalah modidikasi senpi ada satu perkara. Jadi totalnya hingga 2012 ada 59 kasus.
 
"Mereka pada umumnya ketika diketahui menyalahgunakan senpi, langsung ditarik senpinya," ungkap Boy kepada wartawan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (8/5/2012).
 
Boy menegaskan, pemberian senpi kepada warga negara sudah sesuai dengan undang-undang, dan negara telah memberikan kewenangan pada Polri. Sedangkan penggunaan sepi untuk praktek kejahatan seperti perampokan pada dasarnya menggunakan senjata yang tidak diberi izin Polri.
 
Dari hasil olah TKP, Boy melihat ada perbedaan proyektil dan selongsong karena diakuinya, senpi yang dikeluarkan Polri hanya kaliber 32 dan 22. Sedangkan kejahatan yang menghilangkan nyawa orang, ada senjata laras panjang dengan rata-rata kaliber 38,9 mm dan 5,56 mm.
 
"Artinya senjata non-perosedur kepolisian, karena tidak diberikan kepada masyarakat. Dari hasil penanganan perkara kasus senpi, itu diperoleh dari perdagangan gelap. Kedua, senjata rakitan," terangnya.
 
Ditegaskannya, perdagangan gelap bisa bermacam-macam, bisa memperoleh senjata dari daerah bekas konflik, yang ada di dalam negeri, kemudian diperjualbelikan kepada mereka yang membutuhkan. Sementara itu, penyelundupan juga kerap terjadi dan merek memperolehnya dari negara tetangga, seperti Filipina yang masuk ke Indonesia melalui Nunukan.
 
"Itulah jaringan yang pernah kita ungkap selama ini," tandasnya.
(lam)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
  • aditya » 0 Tanggapan
    Dampak penggunaan senpi sangat besar dan membahayakan, buktinya dari sekalian bnyak kepemilikan senpi banyak pula yg menyalahgunakannya. Krn kasus yg selama ini terjadi krn terlalu berlebihan/ove acting dlm menggunakan senpi sehingga banyaknya masalah2 yg terjadi selama ini.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Zeth Jolst » 0 Tanggapan
    izin penggunaan senpi penuh sogokan dan tidak selektif makanya ada yang sok cowboy !
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Ak » 0 Tanggapan
    Orang yg selalu membawa senpi org y pengecut alias b***i
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »