PADANG- Dua siswa SD SDN 29 Padang Datar tidak bisa mengikuti Ujian Nasional hari kedua. Ini disebabkan luka bakar parah yang diderita oleh kedua siswa kelas enam tersebut setelah terkena ledakan kemarin di kios bensin.
Kedua bocah itu kini harus mendapat perawatan intensif di RSUP dr M Djamil Padang karena mengalami luka bakar serius. Kondisi tubuh Dirga Wahyu Febrian (12) hampir sekujur tubuh terbakar atau data dari rumah sakit 80 persen tubuhnya terbakar, kulit perutnya juga sudah terkelupas.
Sedangkan Bobi Helmansyah (11) mengalami luka bakar di 56 persen di bagian muka, kaki, dan tangan melepuh karena luka bakar.
“Anak saya Dirga, tidak bisa mengikuti UN saat ini. Kondisinya parah, dia hanya bisa memanggil mama saja, itupun tidak lancar. Saat ini sedang diberi napas bantuan,” ujar Efriyenti ibu Dirga pada Okezone di RSUP dr M Djamil Padang, Selasa (8/5/2012).
Saat kejadian, korban melihat kebakaran tersebut, rumah Dirga jaraknya dari 100 meter dari lokasi. Melihat kebakaran, kedua bocah itu mendekat lokasi dan tiba-tiba kios bensin tersebut meledak.
Sementara itu, Kepala Humas RSUP dr M Djamil Padang, Gustavianof, kondisinya mereka kritis dan mengalami luka parah. “Kita akan upayakan pengobatan semaksimalnya. Saat ini masih pemulihan fisik korban,” katanya.
Dari data rumah sakit ada 47 luka bakar, 12 luka ringan dan satu meninggal, sementara yang dirawat di rumah sakit dr M Djamil Padang, yakni:
1. Doni Efrizal (26), asal Batusangkar,
2. Bobi Elmansyah (11), Batusangkar,
3. Nusyirwan (43 ), Batusangkar,
4. Delon (11), Batusangkar,
5. Dirga (12 ), Pagaruyung,
6. Taufik Hidayat (12), Pagaruyung.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.