DENPASAR - Tangisan keluarga pecah saat peti jenazah Ni Luh Endang Susiani (31), TKI asal Kabupaten Buleleng, Bali, yang tewas ditembak di Amerika Serikat, tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai.
Setelah pesawat yang mendarat sekira pukul 12.45 Wita, jasad Luh Endang yang tersimpan dalam peti besar, perlahan dikeluarkan dari kargo internasional menuju mobil ambulans.
Keluarga yang sudah menunggu sejak pukul 11.30 Wita histeris begitu melihat peti mati jenazah. Ayah korban, Putu Artana, bahkan nyaris pingsan sehingga harus dipapah kerabatnya.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Buleleng itu terus memandangi peti jenazah anaknya yang tewas ditembak perampok pada Jumat 27 April di South Carolina itu.
Artana berusaha mendekat dan memanggil nama anaknya. Bahkan dia sempat memaksa ingin membuka peti jenazah agar bisa melihat wajah anaknya. Namun usaha Artana dihalangi para kerabat.
Tidak cukup, Artana juga memaksa masuk ke ambulans yang membawa peti jenazah. "Anakku, I Luh, I Luh," ucap Artana memanggil putri sulung dari enam bersaudara itu.
Kerabat kembali melarang Artana masuk ke mobil jenazah.
Kedatangan Luh Endang disambut para pejabat BP3TKI, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng, serta dua anggota DPRD Bali. Turut mengantar jenazah korban, Kasubdit Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Dino Nur Mahyudin.
Jenazah langsung dibawa ke kampung halamannya di Dusun Tegal Sari, Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng.
Pihak Kemlu diwakili Kasubdit Perlindungan WNI, Dino Nur Mahyudin, akan menyerahkan secara resmi jenazah Luh Endang ke pihak keluarga di rumah duka.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.