Menepuk air di dulang, memercik air ke muka. Kalimat itu persis dilekatkan kepada seorang Marzuki Alie, Ketua DPR. Karena kerap kali mengeluarkan pernyataan yang sebenarnya menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
Sebagaimana pidato eks Sekjen Partai Demokrat itu di Universitas Indonesia, Depok, Senin 7 Mei lalu. Yang menyebut bahwa sejumlah koruptor berasal dari kampus-kampus ternama seperti UI, UGM, dan IPB.
Berikut kutipan tepatnya: Setiap yang bobrok-bobrok yang kita hadapi, sehingga itu menjadi pertanyaan kita, bahwa perguruan tinggi juga belum bisa menghasilkan lulusan yang memiliki akhlak mulia dan karakter yang kuat, sehingga terjadi lah situasi sekarang ini, di mana yang korupsi-korupsi itu kan belajar, enggak ada yang bodoh, yang maling-maling itu orang-orang pintar semua, dan lulusan perguruan tinggi, ada anggota lCMI, anggota HMI, ada dari UI, ada dari Gajah Mada, IPB, semuanya terlibat.
Memang ada sejumlah koruptor yang pernah menimba ilmu di kampus-kampus tersebut, dan memang ada sejumlah koruptor juga menjadi anggota, kader, atau pimpinan organisasi seperti ICMI da HMI. Tapi, pernyataan tersebut seolah menggeneralisasi bahwa kampus-kampus dan organisasi tersebut telah mencetak orang pintar yang korup.
Dan benar saja pernyataan ini menyerang balik sehingga mahasiswa doctoral UI menggugat pernyataan Marzuki Alie tersebut ke pengadilan.
Marzuki Alie seringkali blunder dalam membuat sebuah pernyataan. Sebut saja pernyataannya mengenai pembubaran KPK jika memang tak ada orang-orang yang kredibel dan pantas untuk duduk di sana. Marzuki juga pernah mengeluarkan pernyataan soal nelayan yang menjadi korban tsunami Mentawai, Sumatera Barat, 27 Oktober 2010. Dia mengatakan "Ada pepatah, kalau takut ombak, jangan tinggal di pantai".
Ada baiknya Marzuki Alie banyak berkaca atau bahasa halusnya interospeksi diri. Misal soal korupsi, kenapa tidak Marzuki berbicara lantang mengenai korupsi yang melibatkan anggota DPR?. Kenapa juga Marzuki tidak berbicara yang keras mengenai korupsi yang melibatkan jajaran pengurus pusat Partai Demokrat seperti Nazarudin dan juga Angelina Sondakh.
Pernyataan kontroversial ini baiknya menjadi yang terakhir, karena hal ini terus menjadi bumerang tak hanya untuk Marzuki Alie, tapi juga untuk Partai Demokrat itu sendiri.
(Syukri Rahmatullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.