Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Duka Sukhoi

Ahmad Dani , Jurnalis-Kamis, 10 Mei 2012 |11:32 WIB
Duka Sukhoi
A
A
A

Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan penerbangan promosi justru mendapatkan musibah di lereng Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa ini menjadi musibah yang kesekian kali terjadi di Tanah Air.

Musibah Sukhoi Superjet 100 yang jatuh kali ini membuat dunia penerbangan Tanah Air yang sedang menggeliat menjadi terperangah. Sejumlah rencana pemesanan pesawat milik pabrik perakitan KnAAPO di Komsolmosk-on-Amur, Siberia, Rusia itu jadi menggantung. Dikabarkan sudah ada 300 pemesanan dari berbagai negara.

Sejumlah maskapai Tanah Air memesan pesawat Sukhoi Superjet 100 asal Rusia ini yang harga per unitnya mencapai 38 juta dolar atau sekitar Rp361 miliar.

Musibah memang tak ada yang dapat menebak. Peristiwa nahas Sukhoi Superjet 100 jika ditilik sementara, diduga selain cuaca buruk juga akibat pilot asal Rusia yang tidak memahami medan.

Itu terbukti ketika ada permintaan pilot Sukhoi Super Jet (SSJ) 100 untuk menurunkan ketinggian dari 10 ribu kaki ke 6.000 kaki atau sekira 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Padahal ketinggian pegunungan di sekitar Bogor dan Sukabumi sekira 5.500 kaki.

Pertanyaannya, apakah petugas Air Traffic Control (ATC) Bandara Soekarno-Hatta mengizinkan pilot menurunkan ketinggian pesawat di posisi berbahaya tersebut. Seharusya, petugas ATC Bandara Soekarno-Hatta mengingatkan bahwa posisi ketinggian yang diminta pilot tidak aman.

Nah ini yang harus diinvestigasi oleh pihak KNKT jika menimbulkan korban tewas, apakah memang semua prosedur teknis penerbangan sudah dilalui dengan benar.

Jika belum, maka harus ada sanksi yang cukup tegas terhadap pihak-pihak yang melalaikan prosedur penerbangan tersebut. Sebab, kelalaian yang dilakukan sudah menyebabkan korban jiwa.

(Ahmad Dani)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement