Tak Ajukan Banding, Nunun Legowo Dibui 2,5 Tahun

|

Nunun Nurbaeti (Foto: Heru H/okezone)

Tak Ajukan Banding, Nunun Legowo Dibui 2,5 Tahun

JAKARTA - Terpidana suap cek pelawat, Nunun Nurbaetie, memutuskan menerima vonis dua tahun enam bulan penjara yang diketuk oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dalam kasus dugaan suap ke sejumlah anggota DPR pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004 lalu.

Pengacara Nunun, Mulyaharja mengatakan, kliennya menerima keputusan Pengadilan Tipikor setelah menimbangnya selama lima hari. "Iya. Ibu Nunun tidak mengajukan banding. Ibu menerima keputusan Hakim," jawab pengacara Nunun, Mulyaharja, dalam pesan singkat, Senin, 14/5/2012.

Nunun Nurbaetie divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor pada Rabu pekan lalu. Dia dinilai terbukti bersalah telah menyebar 480 lembar cek pelawat ke sejumlah anggota Komisi IX DPR RI pada pemilihan Miranda Swaray Goeltom menjadi DGS Bank Indonesia 2004-2009.

Pengadilan pun memvonis Nunun dua tahun enam bulan penjara dan denda Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan. Hukuman tersebut satu tahun enam bulan lebih ringan dari tuntutan Jaksa. Istri mantan Wakil Kepala Kepolisian RI, Adang Darajatun, itu dianggap terbukti melanggar pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Namun, meski memvonis Nunun bersalah, pengadilan gagal mengungkap dalang suap cek pelawat. Jaksa Mochammad Rum mengatakan, alur cerita cek pelawat bisa berubah tidak seperti sekarang, andai Nunun bersedia mengungkap siapa sponsor yang memberinya cek pelawat.

"Kita lihat nanti perkembangan dalam persidangan berikutnya (Miranda)," ungkapnya.

Jejak ratusan cek pelawat Nunun Nurbaetie yang mengalir ke Senayan tergolong rumit. Bermula dari Direktur PT Wahana Esa Sejati, Ahmad Hakim Safari alias Arie Malangjudo, cek tersebut berpindah tangan ke Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PPP, dan Fraksi Golongan Karya, Fraksi TNI/ Polri. Arie menyebarkan cek ke masing-masing fraksi melalui Dudhie Makmun Murod, Endien Soefihara, Hamka Yandhu, dan Udju Djuhaeri pada 8 Juni 2004.

Arie mengaku memberi cek tersebut karena disuruh bosnya, Nunun Nurbaetie. Tujuan suap tersebut adalah mengarahkan suara keempat fraksi tersebut memenangkan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior.

Di persidangan, Nunun membantah pengakuan Arie. Perempuan asal Sukabumi tersebut mengaku tidak ada hubungan dengan suap cek pelawat. Dia menegaskan perannya di pemilihan GDS Bank Indonesia hanya memperkenalkan Miranda Goeltom kolega-koleganya yang berkantor di Gedung DPR.

(crl)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Dikepung Puing Beton, Petugas Kesulitan Evakuasi Jasad Arden