DAHLAN ISKAN selalu memberikan kejutan dan menemukan caranya sendiri untuk melakukan perbaikan. Pada saat menjabat sebagai Dirut PLN, Dahlan berhasil mengatasi byar pet dengan semboyan "kalau pet cepet" (kalau mati cepat nyala kembali). Di bawah kepemimpinan Dahlan, PLN mampu menjadi BUMN yang menguntungkan dan mulai disegani.
Gebrakan Dahlan Iskan berikutnya adalah saat dia naik KRL dari Jakarta ke Bogor. Konon, Dahlan pun ingin mencoba naik di atas gerbong. Dia merasa heran kenapa banyak penumpang yang hobi naik di atas gerbong. Namun hal itu urung dilakukan, dia memilih untuk naik kereta di dalam gerbong. Dari hasil perjalanannya, Dahlan minggu lalu mengumpulkan pakar sinyal untuk adu argumentasi dengan pihak PT KA. Kenapa? karena selama ini banyak gangguan kereta disebabkan oleh gangguan sinyal dan kelistrikan. Tentu harapannya pelayanan PT KA akan makin bagus lagi.
Senin 14 Mei ini, Dahlan membuat satu gebrakan lagi. Selaku Menteri Negara BUMN dia akan mengganti Dirut Merpati. Gebrakan ini juga tidak mulus. Ada ancaman dari para pilot yang akan mogok terbang, karena menilai sang Dirut Sardjono Jhony selama kepemimpinannya sangat baik. Banyaknya kerugian Merpati yang mencapai Rp700 miliar merupakan akumulasi dari direksi-direksi sebelumnya.
Jawaban Dahlan sederhana, sang Dirut Merpati diganti karena dinilai terlalu baik. Menurut Dahlan harus dibedakan antara direksi yang baik dengan bapak yang baik. Entah apa yang dimaksudkan oleh Dahlan. Yang pasti laporan keuangan Merpati memang masih merah. BUMN penerbangan ini setiap harinya harus menanggung kerugian Rp2 miliar.
Dahlan yang memiliki background jurnalis dan seorang pengusaha, tentu memiliki perbedaan dengan menteri-menteri BUMN terdahulu yang kebanyakan memang berasal dari birokrat. Dahlan bekerja sangat cepat dan taktis, walaupun kadang harus terkena sandungan atau bahkan dianggap menabrak aturan. Meskipun demikian, apa yang dilakukan Dahlan Iskan pantas diapresiasi, karena diyakini, langkah itu dilakukan untuk makin meningkatkan pamor BUMN. Tidak saja makin meningkatnya kinerja keuangan, yang lebih penting transformasi budaya BUMN untuk kompetitif dan mampu melayani stakeholder-nya.
Kita memang pantas berharap pada sosok Dahlan Iskan untuk membawa BUMN menjadi perusahaan-perusahaan kelas dunia seperti Temasek Singapura. Sudah saatnya menteri BUMN tidak hanya pandai menjual aset, namun yang terpenting cakap dalam memperbaiki kinerja.
(M Budi Santosa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.