JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR, Ganjar Pranowo menegaskan pihaknya tidak akan membuka lowongan untuk mengisi posisi tiga anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dari unsur tokoh masyarakat.
"Ini pengalaman pertama Komisi II. Kalau open recruitment akan membludak, kita tidak akan gunakan open recruitment. Ini bukan mencari kerja, DKPP lebih mencari hakim etik," kata Ganjar kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/05/2012).
Untuk itu, Komisi II akan menentukan ketiga orang tersebut dengan menggunakan mekanisme fit and proper test. Dalam kaitan ini, beberapa anggota Komisi II telah mengusulkan beberapa nama dari kalangan akademisi.
"Di DPR hanya satu mekanisme, yaitu fit and proper test. Pola perekrutan bisa terbuka atau mencari bakat. Sebenarnya teman-teman sudah mulai melempar beberapa nama akademisi dan sebagainya," imbuhnya.
Demikian juga jika Komisi II menentukan nama anggota DKPP dengan mekanisme voting. Menurut politikus PDIP ini, dengan menggunakan mekanisme voting justru akan semakin membuat kegaduhan yang dirasa tidak bermanfaat.
"Kalau mekanisme fraksi yang usulkan nama dan voting ramai-ramai, pasti akan ramai. Suka tidak suka, fit and proper test. Publik akan disuguhkan sebuah tontotan knowledge, skill and ability. Hal itu yang menjadi standar umum orang menduduki jabatan," terangnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.