SURABAYA - Upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menghadang peredaran narkoba dilakukan di segala lini. Kali ini, BNN Provinsi Jawa Timur membentuk kader antinarkoba di kalangan mahasiswa.
"Hal ini dilakukan agar mahasiswa bisa secara langsung dan serta-merta ikut membantu BNN dalam pencegahan peredaran narkoba yang sudah mengkhawatirkan tersebut," kata Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Jan De Fretes kepada Okezone, Rabu (16/5/2012).
Proses pengkaderan ini akan berlanjut di enam kampus di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, ada beberapa kampus yang sudah setuju. "Tahun ini kami targetkan ada enam kampus di Jawa Timur yang akan mengikuti program kader antinarkoba," tambahnya.
De Fretes juga menepis informasi yang beredar bahwa BNN telah membentuk intelijen mahasiswa untuk menghadang peredaran narkoba itu. Menurutnya, kerjasama yang digalang ini sebatas pemberian kesadaran tentang bahaya narkoba. Sedangkan, kader-kader antinarkoba ini akan melakukan sejumlah kegiatan untuk menghadang peredaran narkoba di lingkungan kampus. "Tidak ada intelijen mahasiswa. Yang ada adalah kader antinarkoba," tepisnya.
Seperti diketahui, 150 mahasiswa dikader untuk berperan aktif membantu BNN dalam mencegah peredaran narkoba. Jumlah tersebut terdiri dari dua kampus di Surabaya, yakni Universitas Muhammadiyah Surabaya dan STIE Perbanas.
Salah satu mahasiswa yang juga kader antinarkoba dari STIE Perbanas, Firdaus Ramzia Novari mengatakan, dia bersama seluruh kader antinarkoba ini, telah mempersiapkan sejumlah rencana. "Di antaranya melaksanakan pelatihan antinarkoba, kampanye antinarkoba, tes urine, mendukung peringatan hari narkoba, kunjungan ke panti rehabilitasi, penyuluhan sukseskan Indonesia bebas narkoba 2015 dan mendukung kebijakan nasional antinarkoba," paparnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.