JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Tubagus Hasanuddin menilai pemerintah terkesan tak serius menangani kelompok radikal yang semakin mengkhawatirkan dalam era reformasi ini.
“Lihatlah program radikalisme yang didengung-dengungkan pemerintah selama ini, nyaris tak terdengar lagi, cuma hangat-hangat tahi ayam,” ungkap Tubagus melalui pesan singkatnya kepada Okezone, Jumat (18/5/2012).
Padahal, lanjut dia, ada dua hubungan mendasar dalam teori "Trasformasi dari Radikalisme Menuju Teroris". Pertama, terbentuknya "kondisi juang" sebuah perlawanan.
“Pada kondisi ini mereka berjuang lewat opini dan bahkan politik agar pemerintah terutama aparat keamanan semakin toleran terhadap radikalisme. Semakin toleran aparat pemerintah terhadap radikalisme maka semakin luas kondisi jurang yang dibentuk, dan tidak mustahil akan terbentuk daerah-daerah tertentu menjadi ‘daerah radikal’,” kata dia.
Politikus PDI Perjuangan itu menilai tahap pembentukan beberapa daerah agar menjadi kawasan radikal sudah terbentuk. “Sekarang pentahapan ini sudah berhasil di beberapa daerah di Indonesia,” terang dia.
Kedua, menyangkut sumber daya manusia. Pada umumnya, personel-personel radikallah yang potensial untuk direkrut menjadi teroris.
“Menurut data tingkat ‘kerelaan menjadi martir’ dari kelompok radikal yang kemudian menjadi teroris, menduduki angka paling tinggi,” imbuhnya.
Mantan Sekmil itu tak yakin pemberantasan teroris di Indonesia akan berakhir selama pertumbuhan kelompok radikal tidak teratasi dengan serius.
“Jadi jangan berharap banyak teroris di Indonesia akan habis, selama radikalisme tak ditangani dengan serius. Apalagi pemerintah sekarang cenderung bersikap toleran bahkan kooperatif terhadap sikap-sikap radikalisme. Dalam lima tahun terakhir ini pemerintah keok menjaga pluralisme,” kata dia.
Bila penanganan kelompok radikal terus dibiarkan maka tentu harta berharga Republik Indonesia ini hanya tinggal dongengnya saja.
“Kalau ini terus dibiarkan, tidak mustahil dalam dekade 10 - 15 tahun kedepan Pancasila, plurarisme dan bahkan NKRI hanya tinggal cerita,” tukasnya.(crl)
(M Budi Santosa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.