GOWA - Laju kerusakan hutan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, semakin tak terkendali. Dari 63 ribu hektare luas hutan, sekira 28 ribu hektare di antaranya rusak parah.
Lahan hutan yang rusak tersebar di beberapa Kecamatan di dataran tinggi, seperti Parangloe, Tinggimoncong, Manuju, dan Tompobulu. Kerusakan umumnya disebabkan maraknya penebangan liar.
Pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gowa tidak mampu mencegah aksi pembalakan yang sudah meluas.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gowa, Djamaluddin Maknun, mengatakan gerakan menanam 1 miliar pohon merupakan solusi utama untuk memperbaiki lahan yang terus tergerus.
Selain itu, perlu keja sama semua komponen untuk membangun kesadaran pentingnya fungsi hutan.
“Dishut selama ini terkendala terbatasnya polisi hutan. Tidak sebanding jumlah petugas dengan luas hutan yang ada,” kata Djamaluddin, Jumat (18/5/2012).
Kawasan hutan, lanjut dia, juga perlu direhabilitasi untuk mencegah longsor dan bencana alam lainnya. Namun, rehabilitasi membutuhkan biaya yang sangat besar.
Seorang tokoh masyarakat Sapaya, Basri, mengatakan kawasan yang rusak paling parah merupakan hutan lindung Tinggi Balla di Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya.
“Yang mengherankan, tidak ada upaya dari aparat Kehutanan untuk mencegah hal itu,” keluhnya.
Sebelumnya, Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, mengatakan ada pihak yang menginginkan kawasan hutan di Gowa hancur dengan melakukan penebangan secara sembarangan. Hutan di Kecamatan Biringbulu dibabat habis, tanpa mempedulikan anak cucu mendatang.
”Ada orang luar yang bukan orang Gowa sengaja menghancurkan hutan di daerah ini. Karena itu, kita harus melawan secara bersama-sama,” tegasnya.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.