Peran Etika dalam Job Hunting

|

Image: corbis.com

Peran Etika dalam Job Hunting

TAHUKAH kamu, penilaian para manajer personalia (HRD) di suatu perusahaan terhadap calon karyawan dimulai ketika mereka membaca aplikasi kerjamu?

Miriam Schulman, wakil direktur Pusat Studi Etika di Santa Clara University menyatakan, pengalamannya membantu perekrutan staf, pekerja, dan karyawan magang selama bertahun-tahun menunjukkan, etika para pelamar sangat berpengaruh pada keputusan mereka akan mendapat kerja atau tidak. Lantas bagaimana Miriam mengetahui bagaimana etika seseorang hanya dengan membaca resume atau mewawancarainya? Miriam pun memaparkan beberapa kualitas yang dia, dan kebanyakan manajer personalia, cari dari kandidat karyawan.

Rasa hormat

Tiap generasi sering kali memiliki pemahaman yang berbeda pula tentang rasa hormat. Tetapi, karena aplikasi kerjamu akan dibaca oleh orang-orang yang kebanyakan lebih tua darimu, akan lebih baik jika kamu menggunakan standar sesuai kelompok usia mereka. Misalnya dengan menggunakan sapaan formal dalam surat lamaran kerjamu seperti "Yth. Ibu A."

Miriam juga mengingatkan agar kamu memerhatikan ejaan dan tata bahasa dalam surat lamaranmu. Pastikan tidak ada kesalahan. Selain itu, hormati juga prosedur yang sudah ditetapkan perusahaan dalam memproses sebuah aplikasi. Jika sebuah lowongan kerja memintamu mengirim berkas lamaran via email, lakukan itu.

"Beberapa mahasiswa percaya bahwa datang tiba-tiba dengan membawa resume akan menunjukkan mereka memiliki inisiatif. Saya memang tidak bisa mewakili semua manajer personalia, tetapi bagi saya, hal ini justru menunjukkan kurangnya perhatian," kata Miriam, seperti disitat dari USA Today College, Minggu (20/5/2012).

 

Tunjukkan juga rasa hormatmu dengan tidak melamar pekerjaan yang tidak sesuai kualifikasimu.

Tanggung jawab

Jika sebuah perusahaan memanggilmu untuk wawancara kerja, tunjukkan tanggung jawabmu dengan datang tepat waktu. Lengkapi dirimu juga dengan pengetahuan tentang perusahaan tersebut. 

Kejujuran

Jangan berbohong dengan resumemu. Jika kamu kedapatan berbohong, maka kamu bisa jadi tidak hanya didiskualifikasi, tetapi juga di-black list oleh sebuah perusahaan.

Menurut Miriam, jika kamu berbohong, pihak perusahaan mungkin tidak akan dengan seketika menemukan kebohongan tersebut. Tetapi, suatu saat di perjalanan kariermu, kebohongan ini akan terkuak dan berimbas kembali padamu.

Miriam menyatakan, perusahaan tidak hanya mencari calon karyawan dengan kemampuan yang baik untuk melakukan sebuah pekerjaan, tetapi juga integritas. Perusahaan, imbuhnya, mencari seseorang yang jujur. 

"Tunjukkan pada kami dengan menulis surat lamaran dan resumemu secara jujur, dan pada saat wawancara kerja dengan menunjukkan bahwa kamu adalah pribadi beretika," imbuhnya.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kejagung Sita Aset Udar Pristono