JAKARTA - Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri memenuhi undangan Slovenian Association for International Relations (SDMO) dan Institute for Middle East and Balkan Studies (IFIMES) untuk pidato politik.
Dalam kesempatan tersebut, Jumat (17/5/2012), Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyampaikan pidato politik mengenai Gerakan Non Blok (GNB) dahulu, kini dan masa yang akan datang.
Menurutnya, dari sisi wadahnya, memang GNB mengalami pasang naik dan pasang surut. Namun spirit kelahirannya yang menyatu dengan spirit pembebasan setiap bangsa terjajah untuk merdeka, adalah spirit yang selalu abadi sepanjang masa.
"Atas dasar spirit ini pulalah, seharusnya kita berani merumuskan kembali visi gerakan ini menghadapi abad 21," kata Mega, seperti dikutip dalam rilisnya kepada Okezone, Sabtu (18/5/2012).
Dalam acara yang juga dihadiri Presiden pertama Slovenia, Milan Kucak, Mega mengusulkan agar GNB dapat dengan tegas merumuskan visinya sebagai gerakan solidaritas perjuangan kemandirian ekonomi dan kepribadian sosial budaya. Gerakan kemandirian ekonomi ini harus dijabarkan dalam kerjasama ekonomi yang sejajar antara negara GNB.
"Hal yang tidak kalah pentingnya, GNB perlu secara bersama dan fokus menyuarakan perombakan struktur ekonomi global yang didominasi oleh nilai-nilai ekonomi pasar fundamentalis menjadi ekonomi yang lebih berkeadilan sosial," tuturnya.
Berangkat dari perubahan visi tersebut, dalam merumuskan misi perjuangannya, Mega juga mengusulkan agar GNB memfokuskan diri untuk mengembalikan fungsi regulasi ekonomi pada Negara sebagai pengatur utama kesejahteraan rakyat. Negara harus mampu mengendalikan pasar demi kesejahteraan rakyat.
Demokrasi politik ekonomi dan kerjasama global, kata dia, seharusnya dibangun di atas dasar kemandirian ekonomi Negara untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dunia yang lebih berkeadilan.
Terhadap apa yang terjadi di negara-negara seperti Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan (BRICS countries), menurutnya, harus dilihat sebagai lahirnya kekuatan ekonomi baru, yang pada dasarnya merupakan The New Emerging Forces (NEFOS) pada abad 21 atau sesuai dengan cita-cita politik ekonomi GNB pada tahun 70-an, dan sekaligus sejalan dengan visi dan misi baru abad 21.
"BRICS countries seharusnya menjadi model sekaligus menjadi daya pendorong yang berkekuatan tinggi (driving force) bagi GNB. Negara-negara ini sebenarnya bisa memelopori kelahiran solidaritas gerakan perjuangan untuk membangun Tata Ekonomi Dunia Baru yang lebih berkeadilan bagi bangsa-bangsa di dunia," pungkasnya.
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.